Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun mulai mengembangkan konektivitas wisata tematik berbasis sejarah, religi, dan budaya.
Langkah ini ditempuh agar magnet kunjungan wisata tidak hanya berhenti di Pahlawan Street Center (PSC).
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun (BP) mengakui bahwa PSC telah menjadi daya tarik besar yang mendatangkan banyak wisatawan.
Namun, pemkot menilai kunjungan tersebut perlu dikoneksikan ke destinasi lain agar manfaat ekonominya merata.
’’Trigger-nya Kota Madiun sekarang punya daya tarik PSC. Kita rugi kalau hanya di PSC. Jadi, harus diintegrasikan dengan destinasi lainnya,’’ ujarnya kemarin (10/2).
Karena itu, pemkot mulai menggali potensi wisata lain yang memiliki nilai historis.
BP menyebut, uji coba awal dilakukan di Makam-Masjid Kuno Kuncen dan Taman.
Menurutnya, dua kawasan itu memiliki cerita sejarah kuat.
Di Kuncen, terdapat tempat peristirahatan bupati-bupati Madiun, terutama Ki Ageng Panembahan Ronggo Jumeno.
Sementara di Taman terdapat makam Ronggo Prawirodirjo I serta masjid kuno beratap model tumpang susun tiga dengan genteng sirap yang dulunya disebut Donopuro.
’’Sehingga wisatawan yang rata-rata sekarang masuk ke Madiun banyak dari pengajian itu bisa kita arahkan untuk tahu cerita sejarah Kota Madiun,’’ jelas BP seusai mengikuti pembinaan pelaku usaha jasa pariwisata penguatan kelembagaan atau pokdarwis di Sun Hotel.
Pemkot bakal menyiapkan konsep wisata sejarah religi.
Dalam skema tersebut, wisatawan tidak hanya berkunjung, tetapi juga mendapat narasi sejarah melalui pemandu atau guide.
’’Masjidnya Kota Madiun pertama bagaimana ceritanya, nanti akan ada tim yang menjadi guide,’’ kata BP.
Untuk mendukung pengelolaan destinasi, pemkot mengandalkan kelompok sadar wisata (pokdarwis).
BP menegaskan, pokdarwis bukan hanya bertugas mengelola lokasi wisata, tetapi juga memastikan perputaran ekonomi di sekitar destinasi berjalan.
’’Pokdarwis punya tugas utama bagaimana perekonomian di sekitar wilayah ini bisa jalan,’’ tegasnya.
Ke depan, pemkot juga menyiapkan integrasi moda wisata dari PSC menuju kawasan Taman dan Kuncen.
Salah satunya memanfaatkan becak listrik yang sebelumnya telah diluncurkan.
BP menyebut, becak listrik akan dikolaborasikan sebagai becak wisata untuk mengantar pengunjung dari satu titik ke titik lain.
Saat ini, pemkot tengah menyiapkan lokasi mangkal sekaligus titik pengisian daya (charger).
’’Nanti akan kita tata polanya. Becak listrik ini akan kami kolaborasikan jadi becak wisata di samping memanfaatkan bus Heritage Express,’’ tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto