Jawa Pos Radar Madiun – Sebanyak 226 calon jemaah haji (CJH) asal Kota Madiun mulai digeber persiapannya jelang keberangkatan ke Tanah Suci.
Mereka dijadwalkan berangkat pada 27 April mendatang, masuk kloter 22.
Kepala Kantor Kemenhaj Kota Madiun Datik Ardiyah mengatakan, manasik haji tingkat kota diikuti 227 orang.
Terdiri atas 226 jemaah dan satu petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH).
’’Bimbingan manasik ini untuk meningkatkan kualitas bimbingan kepada jemaah. Bukan hanya kesehatan fisik, tapi juga fikih, rukun, wajib, maupun sunah haji,’’ ujarnya, kemarin (10/2).
Datik menegaskan, manasik diarahkan untuk membangun kemandirian jemaah.
Tujuannya, jemaah tidak sepenuhnya bergantung pada petugas kloter maupun petugas kesehatan.
’’Jadi tidak tergantung kepada petugas kloter dan petugas kesehatan,’’ tegasnya.
Pelaksanaan manasik tahun ini dibagi di beberapa titik.
Untuk tingkat kecamatan, kegiatan digelar di Kelurahan Taman serta MAN 1 Kota Madiun.
Sedangkan manasik tingkat kota dipusatkan di kantor Kecamatan Taman.
Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan praktik lapangan di Asrama Haji Kota Madiun.
Datik juga menyampaikan, jemaah Kota Madiun masuk kloter 22 bersama CJH dari Ngawi dan Kota Surabaya.
Jemaah dijadwalkan masuk embarkasi Surabaya pada 27 April pukul 07.00.
Selain itu, ada kebijakan baru terkait kartu nusuk.
Jika sebelumnya dibagikan di Arab Saudi, tahun ini nusuk akan dibagikan di Indonesia.
’’Insya Allah tahun ini tidak ada yang terpisah. Semuanya satu kloter,’’ katanya.
Sementara itu, Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun (BP) menegaskan, manasik menjadi bagian penting untuk membekali jemaah, terutama terkait kesiapan fisik jelang keberangkatan.
’’Yang sangat penting itu menata kesehatan. Karena masih ada dua bulan,’’ ujarnya.
BP berpesan agar seluruh jemaah menjaga kesehatan sejak sekarang serta mengikuti arahan pembimbing selama menjalankan ibadah.
’’Yang utama sehat. Ikuti arahan pembimbing di sana,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto