Jawa Pos Radar Madiun – Penampilan yang "cetar membahana" sukses digebrak oleh peserta kesembilan belas, Aqila Rahayu Putri, di panggung Grand Final Festival Dai Cilik 2026.
Siswi dari SDN Pilangbango ini langsung mencuri perhatian begitu naik ke atas pentas.
Dibalut dress code berwarna cerah yang mencolok, Aqila tampil dengan kepercayaan diri tinggi.
Suaranya yang keras, tegas, dan melengking membuat seluruh pengunjung Suncity Mall Madiun menoleh ke arahnya, Sabtu (14/2).
Ramadan: Madrasah Rohani, Bukan Ajang Pamer
Mengusung tema "Meneladani Sifat Rasulullah di Bulan Ramadan", Aqila menyebut bulan puasa sebagai Madrasah Rohani atau sekolah pembinaan jiwa.
Poin paling menohok dari ceramahnya adalah saat membahas sifat Ash-Shiddiq (Jujur). Aqila memberikan kritik sosial yang relevan dengan era digital saat ini.
"Puasa itu ibadah rahasia. Niatnya harus murni karena Allah, bukan demi pujian atau sekadar konten medsos," sentilnya tegas namun jenaka.
"Bu, Aja Rasan-Rasan Nggih!"
Suasana makin pecah saat Aqila masuk ke poin Amanah (Terpercaya). Dengan gaya komunikatif yang luwes, ia berinteraksi langsung dengan penonton.
Ia menyapa para ibu-ibu agar menjaga lisan dari ghibah atau rasan-rasan tetangga selama puasa.
Tak lupa, ia juga "mengingatkan" para bapak untuk menjauhi maksiat. Interaksi jenaka ini disambut gelak tawa dan tepuk tangan meriah dari hadirin yang merasa tersindir namun terhibur.
Ramadan sebagai "Bengkel Jiwa"
Selain kritik jenaka, Aqila juga mengajak hadirin meneladani sifat Al-Karim (Dermawan) Rasulullah dengan menyantuni anak yatim.
Menutup penampilannya yang penuh energi, Aqila mengajak seluruh hadirin bersalawat bersama.
"Jadikan Ramadan sebagai bengkel jiwa dan hati untuk meraih kebahagiaan dunia akhirat," pungkasnya. (*)
Editor : Mizan Ahsani