Jawa Pos Radar Madiun – Kritik sosial yang tajam namun disampaikan dengan santun menjadi daya tarik penampilan peserta ke-30, Kayla Clarisa Aulia Putri, di panggung Grand Final Festival Dai Cilik 2026.
Siswi dari SDN 03 Madiun Lor ini tampil dengan intonasi yang baik dan ekspresi kuat di Atrium Suncity Mall Madiun, Sabtu (14/2).
Penghayatan matang yang ia tunjukkan membuat pesan dakwahnya tersampaikan dengan jernih ke hati para hadirin.
Sedekah Cukup Seteguk Air
Dalam tausiyah bertema Meneladani Sifat Rasulullah di Bulan Ramadan, Kayla menyoroti tiga sifat utama Nabi. Poin pertama adalah gemar berbagi. Ia mengingatkan bahwa bersedekah tidak perlu menunggu kaya raya.
"Berbagi tidak harus menunggu banyak harta. Meski hanya seteguk air dan sebutir kurma saat berbuka, itu sudah bernilai besar di sisi Allah," ujarnya meyakinkan.
Tahan Lapar Mudah, Tahan Amarah Susah
Poin kedua yang ia sampaikan adalah tentang kesabaran. Menurut Kayla, ujian terberat puasa bukanlah perut kosong.
"Menahan lapar dan haus mungkin masih terasa mudah, tetapi menahan amarah adalah tantangan yang sesungguhnya," tegasnya.
Ia mengajak teman-temannya menjadikan Ramadan sebagai ladang latihan mengendalikan emosi dan menjaga lisan.
Baca Juga: Buka Dakwah dengan Pantun, Nadhira Aulia Sebut Memaafkan Itu Berat tapi Mulia
Sindir Masjid Sepi di Akhir Ramadan
Puncak materi Kayla ada pada poin ketiga, yakni semangat ibadah yang seharusnya meningkat menjelang akhir bulan suci. Ia menyentil realitas masyarakat yang kerap terjadi menjelang Lebaran.
"Jangan sampai di akhir Ramadan jamaah justru lebih ramai di pusat perbelanjaan dibandingkan di masjid," sindirnya halus namun menohok.
Ia mengingatkan bahwa semangat ibadah tidak boleh kendor hanya karena merasa sudah cukup berpuasa sebulan penuh.
Ajak Tobat: Dari Pelit Jadi Dermawan
Kayla menutup penampilannya dengan kalimat reflektif yang menggugah.
"Jika kemarin masih sering mengeluh, hari ini harus lebih rajin bersyukur. Jika kemarin masih kikir, hari ini saatnya belajar berbagi," pesannya.
Dengan penuh semangat, ia mengajak hadirin untuk menjadi pribadi yang lebih baik yang langsung disambut seruan setuju dari para penonton. (*)
Editor : Mizan Ahsani