Jawa Pos Radar Madiun – Kawasan Jalan Citandui, Barito, Batanghari, Cokroaminoto hingga Pasar Puntuk dipoles jelang perayaan Tahun Baru Imlek.
Beberapa ruas jalan tersebut dihiasi 300 lampion yang dipasang melintang.
Kabid Prasarana Sarana dan Utilitas Ruang Terbuka Hijau, PJU, dan Pemakaman Disperkim Kota Madiun Andi Anto mengatakan, pemasangan lampion dilakukan untuk menghadirkan nuansa Imlek sekaligus menjaga estetika kota.
’’Selain estetika, lampion ini juga kental dengan nuansa Imlek di Indonesia,’’ ujarnya, kemarin (14/2).
Selain pemasangan lampion, Disperkim juga melakukan perapian pohon di sekitar lokasi kegiatan.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan kenyamanan warga sekaligus mengantisipasi potensi bahaya di puncak musim hujan.
’’Karena musim hujan, kita antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,’’ jelasnya.
Andi menambahkan, pihaknya mengalokasikan anggaran event tahunan sekitar Rp 200 juta.
Anggaran itu tidak hanya untuk Imlek, tetapi juga kegiatan besar lain seperti Ramadan, Idul Fitri, Hari Jadi Kota Madiun, Agustusan, hingga Tahun Baru.
’’Tiap event nanti kami bikin suasana yang beda,’’ katanya.
Terpisah, Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Madiun Mas Kahono Pekik Hari Prasetiyo memastikan Festival Kampung Pecinan kembali digelar di Jalan Barito.
Event tahunan itu akan dibuka pada Sabtu (14/2) siang dan berlangsung hingga Senin (17/2) malam.
’’Pembukaan tanggal 14 (Februari) siang. Rencananya sampai Selasa (17/2) malam,’’ ujarnya.
Pembukaan festival akan diawali kirab barongsai dari balai kota.
Total ada 25 barongsai dan dua naga yang dibagi dalam dua tim.
Tim pertama melintasi Jalan Pahlawan–Semeru–Alun-Alun–Panglima Sudirman–Jambu–Citandui–Agus Salim–Kutai, lalu finis di depan klenteng.
Sementara tim kedua melewati Jalan Pahlawan–Cokroaminoto–Musi–Sleko–Agus Salim–Citandui dan berakhir di lokasi bazar.
Festival akan diisi bazar UMKM, hiburan musik, hingga pertunjukan barongsai.
’’Tahun ini, suasana festival juga disebut bakal terasa berbeda karena berdekatan dengan momen Ramadan,’’ pungkas Pekik. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto