Jawa Pos Radar Madiun – Pemantapan manasik haji memasuki tahap akhir. Yakni, menjalani praktik manasik di Asrama Haji Kota Madiun.
Sebanyak 226 calon jemaah haji (CJH) dan satu tim petugas haji daerah (TPHD) mengikuti proses tersebut Senin (16/2).
Mereka didampingi petugas kloter serta tiga petugas PPIH Arab Saudi.
Kepala Kantor Kemenhaj Kota Madiun Datik Ardiyah mengatakan, praktik manasik digelar sejak pukul 06.00–08.30.
Rangkaian materi dibuat menyerupai pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.
Mulai praktik umrah, tawaf, minum zam-zam, sai, hingga simulasi pelaksanaan wukuf di Arafah. CJH juga mengikuti rangkaian Muzdalifah dan Mina, hingga tawaf ifadah.
“Persis rangkaiannya seperti ketika menunaikan ibadah haji,” ujar Datik.
Dia menegaskan, sejauh ini persiapan haji Kota Madiun berjalan lancar. Tidak ada kendala berarti.
Datik menyebut progres persiapan keberangkatan CJH sudah mencapai 70 persen.
Mulai paspor, visa, hingga manasik haji telah diselesaikan. “Setelah ini tinggal pembagian pramanifes,” terangnya.
Setelah praktik manasik, tidak ada lagi agenda pembekalan besar.
CJH tinggal menunggu pembagian batik seragam haji dan koper. Biasanya dibagikan sekitar dua pekan sebelum keberangkatan.
Di samping itu, Datik berpesan agar seluruh CJH benar-benar memahami rukun, wajib, dan sunah haji. Terutama rukun yang tidak boleh tertinggal.
“Jemaah betul-betul paham rukunnya. Jangan sampai ketinggalan. Kalau rukunnya ketinggalan, hajinya tidak sah,” tegasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto