Jawa Pos Radar Madiun – Libur panjang Imlek yang bertepatan dengan awal puasa memicu lonjakan mobilitas warga.
Arus kedatangan penumpang bus di Terminal Purboyo Madiun naik signifikan pada Sabtu (14/2) lalu.
Pengawas Satuan Pelayanan (Wasatpel) Terminal Purboyo Madiun Ali Imran Hariyadi menyebut, jumlah kedatangan penumpang angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) dan antar kota dalam provinsi (AKDP) pada 14 Februari mencapai 12.735 orang.
Sementara jumlah bus yang masuk tercatat 777 unit.
“Kedatangan penumpang naik di hari Sabtu sebesar 12.735 penumpang,” ujarnya, kemarin (16/2).
Angka itu lebih tinggi dibandingkan sehari sebelumnya, Jumat (13/2), yang tercatat 10.223 penumpang dengan 702 bus.
Namun pada Minggu (15/2) mulai turun menjadi 9.836 penumpang.
Imran menyebut, mayoritas penumpang berasal dari kota-kota besar seperti Surabaya, Solo, dan Jogjakarta.
Meski begitu, Terminal Purboyo merupakan terminal singgah.
Artinya, tingginya kedatangan tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah penumpang yang turun di terminal.
“Banyak kedatangan, tapi belum tentu turun di terminal,” terangnya.
Untuk memastikan keamanan dan ketertiban layanan, petugas terminal melakukan pengawasan 24 jam.
Seluruh bus AKAP dan AKDP diwajibkan masuk terminal untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.
“Kami menjaga keamanan dan kenyamanan. Penumpang diharapkan turun dan naik di terminal,” katanya.
Kebijakan itu turut memengaruhi data produksi terminal.
Imran menyebut, bila dibandingkan periode sebelumnya, persentase kedatangan bus AKAP dan AKDP naik hingga 155,67 persen.
Sedangkan persentase kedatangan penumpang meningkat 177,07 persen.
Di sisi lain, tingginya aktivitas di terminal juga memicu banyak barang penumpang tertinggal.
Petugas mengamankan barang-barang tersebut hingga kembali ke pemilik.
“Hati-hati barang bawaan sering ketinggalan di terminal. Seperti kunci, HP, helm, dan sebagainya,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto