Jawa Pos Radar Madiun – Para siswa SD-SMP di Kota Madiun mulai menjalani libur awal Ramadan sejak kemarin (16/2) hingga Jumat (20/2).
Setelah itu, mereka kembali masuk sekolah pada Senin (23/2) mendatang.
Kepala Bidang Kurikulum, Pembinaan Bahasa, dan Sastra Dindik Kota Madiun Slamet Hariyadi mengatakan, ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Dindik Kota Madiun Nomor 420/190/401.101/2026 tentang pembelajaran selama Ramadan.
“Libur Idul Fitri ditetapkan mulai 18 Maret. Kemudian dilanjutkan 23–27 Maret. Hari efektif pembelajaran kembali dimulai 30 Maret,” katanya, Selasa (17/2).
Selama Ramadan, pembelajaran diarahkan pada program penguatan karakter. Mulai peningkatan keimanan, ketakwaan, kepemimpinan, hingga kegiatan sosial.
“Pembelajaran disesuaikan dengan program peningkatan keimanan, ketakwaan, kepemimpinan, kegiatan sosial yang membentuk karakter dan akhlak mulia,” tegasnya.
Penguatan keimanan diimplementasikan melalui integrasi dalam mata pelajaran.
Termasuk pelaksanaan pondok Ramadan di sekolah.
Materinya meliputi baca tulis Al-Qur’an, tadarus, hadis, tafsir surat pendek, hingga praktik bacaan dan gerakan salat.
Selama Ramadan, siswa muslim memakai seragam bernuansa muslim dan bersongkok.
Sedangkan siswa nonmuslim memakai hem atau kemeja polos rapi.
“Untuk non-Islam kami berikan keleluasaan menyesuaikan kegiatan sesuai jadwal sekolah masing-masing,” katanya.
Hariyadi menambahkan, jam masuk sekolah ditetapkan Senin–Kamis pukul 07.30. Sedangkan Jumat pukul 07.00.
Alokasi jam pelajaran SD dipangkas menjadi 25 menit per jam.
Sedangkan SMP 30 menit per jam. Adapun PAUD/TK menyesuaikan kebijakan satuan pendidikan.
Pihaknya juga mengingatkan agar libur Ramadan dimanfaatkan untuk kegiatan positif.
Termasuk menghindari aktivitas yang berpotensi membahayakan.
“Petasan kalau tidak tepat lebih baik dihindarkan,” tandas Hariyadi. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto