Jawa Pos Radar Ponorogo – Warga Dusun Purworejo, Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, masih bertaruh nyawa menyeberang Sungai Jabak memakai gondola.
Jembatan penghubung Ponorogo–Trenggalek yang menjadi akses utama rusak diterjang banjir awal Januari lalu.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita menegaskan, wilayah perbatasan itu tetap bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Karena itu, pemerintah daerah menyiapkan langkah untuk menghadirkan akses yang lebih aman bagi warga.
Bunda Rita, sapaan Lisdyarita, mengatakan kondisi jembatan yang rusak saat ini tengah dipetakan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo.
“Saat ini sedang kami susun perencanaanya, bagaimana masyarakat nanti tidak kesulitan lagi dalam menyeberang,” kata Bunda Rita.
Langkah utama, Pemkab Ponorogo akan berkoordinasi dengan Pemprov Jatim dan Pemkab Trenggalek.
Sebab, titik jembatan berada di wilayah perbatasan dua kabupaten.
Selain itu, Bunda Rita membuka opsi mengusulkan pembangunan Jembatan Garuda milik TNI melalui Kodim 0801.
“Coba kami rencanakan dan kami ajukan bersama Pak Dandim, jadi bertahap semuanya,” ungkapnya.
Bunda Rita mengaku trenyuh melihat kondisi warga yang harus melintasi Sungai Jabak menggunakan gondola.
Gondola itu merupakan peranti sederhana hasil swadaya masyarakat.
Namun, gondola tersebut menjadi akses vital bagi ratusan warga untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga mengakses pelayanan publik. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto