MADIUN – Pemkot Madiun mulai menyiapkan penataan kawasan kota agar lebih terintegrasi.
Kawasan Bogowonto masuk dalam rencana pengembangan yang akan disambungkan dengan Pahlawan Street Center (PSC) dan alun-alun.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menjelaskan, konsep penataan bertujuan menciptakan konektivitas antartitik strategis di pusat kota.
“Ini pengin melanjutkan yang sudah ada di PSC, kami geser. Salah satunya itu kan alun-alun dan Bogowonto, jadi kawasan-kawasan yang terintegrasi,” ujarnya, Rabu (19/2).
Dalam rancangan awal, wisatawan diharapkan dapat menikmati suasana kota dengan berjalan kaki dari satu titik ke titik lain.
Salah satu visi yang ingin diwujudkan adalah jalur pedestrian yang memungkinkan wisatawan berjalan kaki dari stasiun hingga ke Jalan H Agus Salim.
“Konsepnya kemarin kan orang-orang atau wisatawan itu bisa mulai jalan dari stasiun hingga sampai ke Jalan H Agus Salim,” kata Bagus.
Konsep Disiapkan, Narasi Dibangun Lebih Dulu
Bagus menegaskan, rencana penataan kawasan tersebut masih dalam tahap awal.
Saat ini, pemkot fokus membangun narasi dan konsep kawasan sebelum masuk tahap visualisasi desain.
“Sebelum dikonsep secara visual, kami lagi bangun ceritanya dulu,” jelasnya.
Ia juga memastikan, rencana penataan tidak serta-merta menyentuh pembongkaran bangunan.
Pendekatan yang diambil lebih pada penyesuaian tata ruang sesuai kondisi lapangan.
“Penataan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto