Jawa Pos Radar Madiun – Harga cabai rawit di Kota Madiun terus merangkak naik.
Dinas Perdagangan (Disdag) mencatat harga di pasaran kini menyentuh Rp 85 ribu per kilogram (kg).
Kenaikan tersebut melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) yang dipatok Rp 57 ribu per kg.
“Naiknya sekitar Rp 28 ribu,” ungkap Kabid Usaha Perdagangan Disdag Kota Madiun Siti Nurzannah, Jumat (20/2).
Menurut Siti, lonjakan harga dipicu pasokan dari produsen yang menurun akibat faktor cuaca yang memengaruhi produksi.
“Hasil pemantauan kami, hanya cabai rawit yang mengalami kenaikan harga. Untuk komoditas lainnya masih stabil,” jelasnya.
Meski begitu, potensi kenaikan harga bahan pangan lain tetap ada.
Terutama telur ayam ras, daging ayam ras, dan daging sapi, seiring mendekati Lebaran.
“Biasanya mendekati Lebaran yang naik itu telur ayam ras,” sebutnya.
Sebagai langkah antisipasi, pemkot menyiapkan operasi pasar murah.
Rencananya digelar di pasar tradisional maupun di kecamatan sekitar H-7 Lebaran.
“Pada 12–13 Maret kami lakukan operasi pasar. Komoditas yang dijual menyesuaikan yang sedang naik harga,” ujar Siti.
Ia berharap masyarakat tetap bijak berbelanja sesuai kebutuhan.
“Kalau berkaca tahun lalu, Insya Allah aman. Meski kenaikannya melampaui HAP,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto