Jawa Pos Radar Madiun – Eks kawasan THR di Jalan Slamet Riyadi makin diminati investor.
Selain pihak dari Sidoarjo, sebelumnya investor asal Jakarta juga menyatakan ketertarikan mengelola lahan seluas 1,9 hektare tersebut.
Sekretaris BKAD Kota Madiun Sidik Muktiaji menegaskan, pemkot terbuka bagi investor.
Namun prosesnya tidak bisa asal tunjuk.
“Karena aset sudah kembali ke pemkot, ketika ada investor kami sangat terbuka. Nanti akan dilakukan tender,” ujarnya, Sabtu (21/2).
Skema yang disiapkan adalah bangun guna serah (BGS) atau build operate transfer (BOT).
Artinya, pengelolaan dilakukan pihak ketiga melalui seleksi terbuka.
Minimal tiga peserta akan mengikuti beauty contest.
Mereka diminta memaparkan konsep, nilai investasi, jangka waktu pengelolaan, kontribusi tetap, hingga serapan tenaga kerja.
“Selain nilai investasi, kontribusi tetap dan penyerapan tenaga kerja juga jadi poin penting,” jelas Sidik.
Pemkot kini menyusun tim pemilihan, tim kerja sama pemanfaatan (KSP), serta kerangka acuan kerja (KAK).
Estimasi investasi berdasarkan komunikasi awal disebut di atas Rp 100 miliar.
Namun, seluruh proposal tetap diuji secara teknis dan finansial, termasuk analisis RoR dan NPV.
“Nanti diuji tim ahli supaya kontribusi tetap ke daerah wajar dan optimal,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto