Jawa Pos Radar Madiun – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kota Madiun memasuki tahap awal.
Tim teknis Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan survei dua calon lahan yang disiapkan pemkot, Jumat (20/2).
Sekretaris Daerah Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto mengatakan, dua lokasi yang ditinjau berada di belakang Perumahan Griya Sakinah Al-Kautsar, Jalan Ring Road Barat, serta kawasan Winongo di selatan rel kereta api sekitar Jalan Minak Kuncar.
“Tim teknis meninjau kondisi fisik lahan, mulai akses, kontur tanah, hingga kesiapan dokumen pendukung,” ujarnya, Minggu (22/2).
Pemkot diminta segera melengkapi seluruh persyaratan administrasi yang dibutuhkan Kementerian PU dan Kementerian Sosial.
Sejumlah OPD terkait pun telah ditugaskan menyiapkan dokumen tersebut.
Luas lahan yang direncanakan mencapai sekitar delapan hektare.
Meski konsep mengacu pada prototipe pemerintah pusat, desain akhir masih dimungkinkan menyesuaikan kondisi lapangan.
Program Sekolah Rakyat merupakan program nasional yang menyasar masyarakat desil 1–5.
Sistem pendidikan dirancang berbasis asrama atau boarding school dengan pemenuhan kebutuhan siswa secara terpadu.
Menurut Soeko, keberadaan SR tidak akan bertabrakan dengan program pendidikan gratis SD dan SMP di Kota Madiun karena segmentasi penerimanya berbeda.
“Ini program nasional untuk masyarakat desil terbawah, jadi tidak tumpang tindih,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto