Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun mulai menyalurkan bantuan langsung tunai daerah (BLTD) dan BLT dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) triwulan I kepada keluarga penerima manfaat (KPM), Senin (23/2).
Sebanyak 2.104 KPM menerima BLTD dan 970 penerima memperoleh BLT DBHCHT.
Masing-masing menerima Rp 200 ribu untuk alokasi Januari.
Penyaluran dipusatkan di tiga lokasi.
Yakni Kelurahan Oro-oro Ombo untuk Kecamatan Kartoharjo, Kelurahan Pandean untuk Kecamatan Taman, serta Kelurahan Winongo untuk Kecamatan Manguharjo.
Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengatakan bantuan sosial tersebut digelontorkan untuk menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan.
Skema pencairan dilakukan bertahap agar manfaatnya dapat dirasakan lebih lama.
’’BLTD dan DBHCHT disalurkan serentak untuk triwulan pertama. Ritmenya kami atur supaya kebutuhan pokok Ramadan terpenuhi dulu, kemudian sisanya menjelang Lebaran,’’ ujarnya.
Total bantuan yang diterima setiap KPM mencapai Rp 600 ribu.
Pencairan awal sebesar Rp 200 ribu diberikan kemarin, sementara Rp 400 ribu untuk Februari dan Maret akan disalurkan mendekati Lebaran.
Untuk BLTD, pemkot mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1,262 miliar dari APBD 2026.
Sedangkan DBHCHT mencapai Rp 582 juta.
Bagus menegaskan bantuan harus digunakan untuk kebutuhan prioritas rumah tangga, khususnya bahan pokok selama Ramadan.
’’Gunakan untuk kebutuhan penting, bukan hal yang tidak bermanfaat,’’ tegasnya.
Menurutnya, BLTD menjadi instrumen menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.
Penerima bantuan berasal dari kelompok masyarakat desil 1–5 dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). (err/her)
Editor : Hengky Ristanto