Jawa Pos Radar Madiun – Pembangunan kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Kota Madiun segera dimulai.
Pemerintah pusat tinggal menunggu penetapan hibah lahan dari Pemkot Madiun sebelum proyek senilai Rp 2,1 miliar itu dikerjakan.
Lokasi kantor direncanakan berdiri di bekas lahan kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di Jalan Dawuhan.
Saat ini proses administrasi hibah masih berproses di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Madiun.
Kepala Kantor Kemenhaj Kota Madiun Datik Ardiyah mengatakan, surat penetapan hibah menjadi syarat utama dimulainya pembangunan fisik.
’’Kami menunggu penetapan hibah tanah dan bangunan. Insya Allah segera ditindaklanjuti BKAD,’’ ujarnya kemarin (23/2).
Meski belum memasuki tahap groundbreaking, koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) mulai dipercepat.
Kemenhaj berkoordinasi dengan DPUPR terkait perizinan bangunan, DLH untuk kajian lingkungan, serta Dinas Perhubungan mengenai akses lalu lintas kawasan.
Langkah tersebut dilakukan agar proyek dapat langsung berjalan setelah administrasi rampung.
Selain persoalan lahan, proses transfer anggaran pembangunan juga masih berlangsung.
Dana tahun anggaran 2026 saat ini masih berada di Kementerian Agama sebelum dialihkan ke Kementerian Haji.
’’Proses transfer anggaran sedang berjalan. Setelah itu pembangunan bisa segera dimulai,’’ jelas Datik.
Groundbreaking ditargetkan berlangsung awal Mei mendatang.
Pembangunan diproyeksikan selesai akhir tahun ini dan mulai difungsikan pada November–Desember 2026.
’’Harapannya pelayanan semakin optimal dan terpusat,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto