Jawa Pos Radar Madiun – Kegiatan Pondok Ramadan diberlakukan bagi pelajar di Kota Madiun selama bulan puasa.
Program tersebut difokuskan memperkuat keimanan sekaligus membangun karakter siswa.
Kegiatan berlangsung selama tiga pekan dan diikuti pelajar jenjang SMP.
Pada pekan ini, sebanyak 300 siswa mengikuti Pondok Ramadan di Masjid Agung Baitul Hakim.
Materi yang diberikan meliputi baca tulis Alquran, tadarus, pembelajaran hadis, kajian tafsir surat pendek, praktik bacaan dan gerakan salat, hingga pembelajaran muamalah Ramadan.
Kabid Kurikulum, Pembinaan Bahasa, dan Sastra Dindik Kota Madiun Slamet Hariyadi mengatakan program tersebut merupakan bagian penguatan pendidikan karakter melalui integrasi pembelajaran keagamaan di sekolah.
’’Peningkatan keimanan diimplementasikan melalui integrasi dalam muatan mata pelajaran,’’ ujarnya, kemarin (26/2).
Selama Ramadan, dindik juga mengatur penggunaan seragam sekolah.
Siswa muslim mengenakan busana bernuansa muslim lengkap dengan songkok, sedangkan siswa nonmuslim tetap memakai kemeja polos rapi.
Kegiatan keagamaan non-Islam disesuaikan dengan guru agama masing-masing.
Menurut Slamet, Pondok Ramadan tidak hanya berfokus pada khataman Alquran, tetapi juga pembentukan karakter melalui berbagai aktivitas pembinaan siswa.
Kepala SMPN 1 Madiun Esti Nurhayati menambahkan, kegiatan di sekolahnya berlangsung 23–27 Februari dengan pendampingan ustaz dan ustazah.
Sekolah juga menjalankan program 1.000 khatam Alquran.
Setiap hari sekitar 60 siswa dijadwalkan mengikuti kegiatan di Masjid Agung Baitul Hakim mulai pagi hingga pukul 15.00.
’’Program ini diharapkan membentuk karakter siswa agar lebih disiplin, saling menghormati, serta memiliki kepedulian sosial,’’ jelasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto