MADIUN – Pemkot Madiun mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi lonjakan inflasi selama Ramadan hingga menjelang Lebaran.
Strategi tersebut disusun setelah Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengikuti High Level Meeting (HLM) pengendalian inflasi bersama Pemprov Jatim di Surabaya, Kamis (26/2).
Bagus memastikan pemkot segera menindaklanjuti arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan penting (bapokting).
’’Insya Allah kami mengikuti arahan gubernur untuk segera mempersiapkan strategi menjaga inflasi di Kota Madiun,’’ ujarnya, Jumat (28/2).
Menurut dia, pemerintah daerah diminta bergerak cepat mengambil langkah konkret guna menekan potensi kenaikan harga menjelang Idul Fitri yang kerap dipicu inflasi musiman komoditas pangan.
Sebagai langkah awal, pemkot mengaktifkan satuan tugas (satgas) pangan untuk memantau fluktuasi harga sekaligus memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar.
’’Satgas pangan akan turun memantau harga bapokting di pasaran,’’ jelasnya.
Selain pengawasan, pemkot juga menyiapkan operasi pasar murah di sejumlah kecamatan guna menjaga daya beli masyarakat dan menahan harga tetap di bawah HAP maupun HET.
Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan pengawasan distribusi pangan harus diperketat selama Ramadan.
Kepala daerah diminta segera melakukan intervensi jika ditemukan kenaikan harga tidak wajar.
’’Satgas pangan harus mengecek ulang. Kalau suplai melimpah tapi harga naik, itu harus ditelusuri. Operasi pasar murah perlu dilakukan secara masif,’’ tegas Khofifah. (err/her/adv)
Editor : Hengky Ristanto