Jawa Pos Radar Madiun – Lonjakan harga cabai rawit menjadi pemicu utama inflasi Kota Madiun pada Februari 2026.
Komoditas tersebut mencatat kenaikan tertinggi dan memberi andil terbesar terhadap inflasi bulanan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun mencatat inflasi Februari secara month to month (m-to-m) sebesar 0,74 persen.
Angka ini menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Sebagai perbandingan, Februari 2024 tercatat 0,59 persen, sedangkan Februari 2025 mengalami deflasi 0,78 persen.
Kepala BPS Kota Madiun Abdul Aziz mengatakan cabai rawit mengalami kenaikan harga 56,84 persen dengan andil inflasi 0,24 persen.
’’Penyebab utamanya anomali cuaca yang memengaruhi produksi hortikultura,’’ ujarnya, Selasa (3/3).
Selain cabai rawit, komoditas lain yang menyumbang inflasi yakni daging ayam ras naik 9,37 persen, telur ayam ras 5,41 persen, emas perhiasan 8,36 persen, mobil 3,62 persen, cabai merah 26,10 persen, beras 0,40 persen, air kemasan 0,99 persen, serta sigaret kretek mesin 0,94 persen.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik 2,24 persen dengan andil 0,62 persen.
Aziz menyarankan pemerintah daerah memperkuat gerakan pangan murah (GPM) dan operasi pasar, terutama pada komoditas tidak tahan lama seperti cabai rawit dan bawang merah. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto