Jawa Pos Radar Madiun – Realisasi program kerja 2026 di lingkungan Pemkot Madiun masih rendah.
Hingga Februari, serapan belanja anggaran belum menyentuh 5 persen.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menegaskan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) segera membelanjakan anggaran sesuai rencana agar tidak menumpuk di akhir tahun.
’’Sebelumnya sudah saya sampaikan, apa yang sudah direncanakan di 2026 ini segera dibelanjakan. Jangan sampai penyerapan baru terjadi di akhir,’’ ujarnya, kemarin (2/3).
Bagus meminta OPD mempercepat pelaksanaan program prioritas.
Evaluasi dilakukan berkala dan seluruh kegiatan diarahkan menggunakan sistem digital.
’’Evaluasi pasti terus-menerus karena nanti semuanya akan saya online-kan,’’ tegasnya.
Seluruh subkegiatan OPD dilaporkan secara daring agar progres dapat dipantau langsung.
Dinas Kominfo diminta memastikan integrasi sistem berjalan optimal.
’’Semua dilaporkan online dan bisa langsung terlihat, sudah dieksekusi atau belum,’’ katanya.
Hingga akhir Februari, kegiatan masih didominasi tahap persiapan administrasi.
Untuk pekerjaan fisik, baru satu paket masuk proses lelang, yakni pengawasan pembangunan gedung rawat inap RSUD Kota Madiun dengan pagu Rp 524,6 juta. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto