Jawa Pos Radar Madiun – Tumpukan sampah menyumbat aliran Kali Piring di bawah Jembatan Bok Malang, Kecamatan Kartoharjo, Sabtu sore (7/3).
Sumbatan tersebut membuat air meluap hingga memicu banjir di sekitar lokasi.
Material yang menumpuk diduga berasal dari kiriman sampah dari daerah hulu.
Kasi Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Kota Madiun Heter Hidayati mengatakan setelah menerima laporan, tim reaksi cepat langsung diterjunkan ke lokasi.
’’Di bawah jembatan ada material sampah yang menyumbat aliran sungai sehingga air dari tengah meluap ke arah barat,’’ ujarnya.
Petugas kemudian melakukan asesmen di lokasi sekaligus mengatur lalu lintas di sekitar lorong kereta dan jalur kendaraan dari arah Kabupaten Madiun.
BPBD juga menggunakan kendaraan dinas, lampu penerangan, serta stick lamp untuk membantu proses penanganan di lapangan.
Untuk membersihkan sumbatan sampah, BPBD berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Madiun guna mendatangkan alat berat.
Proses pembersihan material berlangsung sekitar lima jam.
Banyaknya sampah yang terbawa arus, terutama bambu bambrongan, membuat penanganan membutuhkan waktu cukup lama.
Saat ini debit air di lokasi sudah berangsur turun.
Namun BPBD tetap bersiaga untuk mengantisipasi kiriman material susulan dari wilayah hulu.
’’Kami tetap siaga 24 jam di kantor BPBD untuk mengantisipasi banjir maupun bencana hidrometeorologi lainnya,’’ jelasnya.
BPBD juga menyiapkan tim siaga bencana serta pos pemantauan menjelang arus mudik Lebaran.
Masyarakat di wilayah hulu sungai diimbau tidak membuang sampah ke aliran sungai.
’’Masyarakat yang memiliki pohon bambu juga diminta membersihkan lingkungannya agar tidak terbawa arus ke sungai dan menyebabkan banjir,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto