Jawa Pos Radar Madiun – Angin kencang yang melanda Kota Madiun Minggu siang (8/3) memicu kejadian pohon tumbang di empat titik.
Lokasi terdampak berada di Jalan TGP Oro-oro Ombo, kawasan Wonoasri Pilangbango, Dawuhan Banjarejo, serta area makam Eyang Pingi di Kelurahan Kanigoro.
Kasi Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Kota Madiun Heter Hidayati mengatakan tim langsung diterjunkan setelah menerima laporan.
’’Regu yang bertugas langsung diterjunkan. Tim Reaksi Cepat (TRC) 4 menuju lokasi dibantu TRC Perkim, PLN, warga, dan kelurahan,’’ ujarnya.
Petugas menggunakan sejumlah peralatan untuk menangani kejadian di lapangan.
Di antaranya gergaji mesin untuk memotong ranting serta truk crane milik disperkim.
Bantuan juga datang dari PLN karena kabel listrik di Jalan TGP tertimpa pohon mangga.
Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
’’Alhamdulillah tidak ada korban luka maupun kemacetan lalu lintas karena segera kami tangani,’’ jelas Heter.
Berdasarkan surat edaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana, perubahan cuaca berpotensi memicu angin kencang, banjir, hingga tanah longsor.
’’Masyarakat diharapkan berhati-hati ketika melintas di jalan saat hujan disertai angin kencang. Sebaiknya menepi dulu untuk menghindari risiko tertimpa pohon,’’ katanya.
Sementara itu, Yulianti, 48, pedagang es di Jalan Wonoasri, Kelurahan Pilangbango, mengatakan pohon yang tumbang di depan rombongnya roboh saat angin bertiup kencang.
Menurut dia, pohon tersebut tidak langsung ambruk, tetapi roboh secara perlahan.
’’Pas angin kencang pohonnya pelan-pelan roboh. Kebetulan ada dua pengendara berhenti dulu, jadi tidak sampai tertimpa,’’ ujarnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto