Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Loket Pendaftaran RSUD Caruban Madiun Terbakar, Pelayanan Dipindah ke Bougenville

Loditya Fernandes • Minggu, 8 Maret 2026 | 19:20 WIB

KEBAKARAN: Loket pendaftaran poli rawat jalan RSUD Caruban terbakar dan saat ini masih dalam penyelidikan kepolisian. FOTO: ISTIMEWA
KEBAKARAN: Loket pendaftaran poli rawat jalan RSUD Caruban terbakar dan saat ini masih dalam penyelidikan kepolisian. FOTO: ISTIMEWA

Jawa Pos Radar Madiun – Pelayanan di RSUD Caruban dipastikan tetap berjalan meski sempat terjadi kebakaran pada Sabtu (7/3).

Api melalap loket pendaftaran poli rawat jalan rumah sakit tersebut.

Kobaran api diketahui muncul dari meja komputer di dalam ruangan loket.

Direktur RSUD Caruban Farid Amirudin memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

’’Tidak ada korban jiwa. Ada beberapa komputer yang terbakar, tetapi api berhasil dipadamkan,’’ ujarnya.

Manajemen rumah sakit memastikan insiden tersebut tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

Untuk sementara, aktivitas pendaftaran pasien dipindahkan ke ruangan lain.

’’Pelayanan tetap berjalan seperti biasanya. Untuk sementara waktu ini, ruang loket pendaftaran pasien kami pindahkan ke ruang Bougenville,’’ tuturnya.

Menurut Farid, ruang Bougenville dipilih karena dalam kondisi kosong sehingga bisa segera digunakan untuk pelayanan.

Mulai Senin (9/3), seluruh proses pendaftaran pasien rawat jalan dilakukan di ruangan tersebut.

Petugas keamanan akan membantu mengarahkan pasien menuju lokasi pendaftaran sementara.

Sementara itu, api pertama kali diketahui oleh petugas kebersihan taman RSUD Caruban, Mariyanto.

Saat itu dia sedang membersihkan rumput di area taman dekat ruang loket pendaftaran sekitar pukul 08.30.

Tiba-tiba dia melihat kepulan asap hitam keluar dari celah jendela bagian barat ruangan yang dalam kondisi tertutup.

’’Awalnya muncul kepulan asap keluar dari celah jendela bagian barat ruangan loket yang dalam kondisi tertutup,’’ ujarnya.

Mengetahui hal tersebut, Mariyanto langsung meminta rekannya melapor ke petugas keamanan.

Dia juga ikut membantu memadamkan api dengan mengambil air dari kolam taman menggunakan timba.

Sementara petugas keamanan memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

Api sempat membesar sebelum akhirnya berhasil dipadamkan sekitar 15 menit setelah kejadian dilaporkan.

Petugas bahkan memecahkan kaca jendela untuk mempercepat proses pemadaman.

’’Kurang lebih sekitar 15 menit sampai apinya padam. Titik api diduga berasal dari komputer di meja loket,’’ jelasnya.

Insiden tersebut mengakibatkan empat unit komputer di ruang loket pendaftaran hangus terbakar.

Saat ini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan tim Inafis Polres Madiun.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik dari perangkat komputer di dalam ruangan. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
#rsud madiun #kebakaran rsud caruban #rsud caruban kebakaran #madiun