MADIUN – Kasus demam berdarah dengue (DBD) kembali ditemukan di Kota Madiun.
Hingga Senin (9/3), Dinas Kesehatan mencatat sekitar delapan hingga sembilan kasus yang tersebar di delapan kelurahan.
Data Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun menunjukkan kasus tersebut tersebar di Kelurahan Mojorejo, Demangan, Taman, Josenan, Nambangan Lor, Ngegong, Kelun, serta Patihan.
Sebagai langkah penanganan, Puskesmas Ngegong melakukan fogging fokus di kawasan Jalan Ksatria RT 16 RW 05 Kelurahan Patihan, Kecamatan Manguharjo.
Pengasapan dilakukan dalam dua siklus, yakni pada 3 Maret dan 10 Maret.
Petugas Surveilans Puskesmas Ngegong Ratna Kusumasari Purbani mengatakan fogging dilakukan setelah ditemukan satu kasus positif DBD, tiga warga mengalami demam, serta satu tempat penampungan air yang positif jentik dari pemeriksaan di 20 rumah.
“Dari hasil penyelidikan epidemiologi, ditemukan lebih dari satu kasus DBD di lokasi tersebut sehingga dilakukan fogging fokus,” ujarnya, kemarin (10/3).
Ratna menjelaskan dua kasus DBD di Kelurahan Patihan menyerang seorang warga dewasa berusia 25 tahun dan seorang bayi berusia tiga bulan.
Penularan diduga berasal dari nyamuk yang berkembang biak di lingkungan sekitar rumah korban.
Meski demikian, Ratna menegaskan fogging bukan solusi utama dalam pengendalian DBD.
“Langkah yang paling efektif tetap pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M plus,” katanya.
Gerakan tersebut meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Selain itu, petugas juga membagikan larvasida atau obat pembasmi jentik (abate) kepada warga untuk mencegah berkembangnya jentik nyamuk di tempat penampungan air.
Sementara itu, Lurah Patihan mengatakan dua warga yang sempat terjangkit DBD kini telah sembuh.
“Alhamdulillah keduanya sudah pulih. Yang dewasa sudah kembali bekerja dan balita sudah pulang ke rumah,” ujarnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto