Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

13 Kasus Campak Ditemukan di Kota Madiun, Imunisasi Bayi Digenjot

Erlita H • Kamis, 12 Maret 2026 | 14:20 WIB

Petugas kesehatan melakukan imunisasi MR kepada anak sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit campak di Kota Madiun. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Petugas kesehatan melakukan imunisasi MR kepada anak sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit campak di Kota Madiun. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

MADIUN – Kasus campak kembali ditemukan di Kota Madiun dalam beberapa bulan terakhir. Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) mencatat 13 kasus campak dalam kurun tiga bulan hingga Selasa (10/3).

Penyakit tersebut umumnya ditandai dengan demam serta munculnya ruam merah pada kulit.

Kepala Dinkes-PPKB Kota Madiun dr. Denik Wuryani mengatakan pihaknya terus mendorong masyarakat melengkapi imunisasi campak sebagai langkah pencegahan.

“Dari Januari sampai Februari kami sudah melakukan imunisasi sebesar 16,33 persen dengan target per bulan 16,6 persen. Jadi istilahnya sudah on the track,” ujarnya, Kamis (11/3).

Denik menjelaskan capaian imunisasi campak pada tahun 2025 bahkan melampaui target.

Dari target sebesar 95 persen, realisasi imunisasi mencapai 99,66 persen.

Sementara itu, target imunisasi campak pada 2026 ditetapkan sebesar 97 persen.

“Program imunisasi dilakukan secara bertahap setiap bulan untuk mencapai target tersebut,” katanya.

Meski demikian, Denik mengakui masih ada kemungkinan sebagian anak belum mendapatkan imunisasi campak.

Karena itu, Kementerian Kesehatan menggencarkan program Catch Up Campaign (CUC) atau imunisasi kejar serentak.

Program tersebut ditujukan bagi bayi berusia 9 hingga 19 bulan yang belum melengkapi imunisasi campak-rubella (MR).

“Diharapkan bayi yang belum imunisasi segera mendapatkan imunisasi campak,” tambahnya.

Selain itu, masyarakat yang mengalami gejala campak juga diminta membatasi aktivitas dan melakukan isolasi mandiri agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain.

“Kalau mengalami gejala campak sebaiknya menahan diri, menggunakan masker, dan tidak beraktivitas di tempat umum karena penularannya bisa melalui udara,” pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#kasus campak Kota Madiun #dinkes madiun #Campak Madiun #kesehatan anak madiun #madiun #imunisasi MR Madiun #penyakit campak