Gaya Hidup Internasional Jatim Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Opini Pacitan Ponorogo

Akhlis Syamsal Qomar, Sejarawan Muda yang Rajin Blusukan

Hengky Ristanto • 2021-11-03 18:46:42
SEJARAWAN MUDA: Akhlis Syamsal Qomar dan salah satu buku yang ditulisnya. (SRI MULYANI/JAWA POS RADAR MADIUN)
SEJARAWAN MUDA: Akhlis Syamsal Qomar dan salah satu buku yang ditulisnya. (SRI MULYANI/JAWA POS RADAR MADIUN)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Akhlis Syamsal Qomar begitu detail menceritakan sosok Raden Rangga Prawiradirja III, bupati Madiun 1796-1810. Mulai kiprahnya melawan kolonial Belanda hingga tanggal wafat dan tempat menantu Sultan Hamengku Buwono II itu dimakamkan. ‘’Beliau wafat 17 Desember 1810 dan sekarang dimakamkan di Gunung Bancak, Desa Giripurno, Kawedanan, Magetan,'' ungkap Akhlis, Rabu (3/11).


Akhlis lantas berdiri menuju lemari yang dipenuhi buku. Lalu, diambilnya buku berjudul Bunga Rampai Seminar Serat Gembring Baring Raden Rangga Prawiradirja III. Setelah itu, dia memperlihatkan buku trilogi tentang Madiun. Yakni, berjudul Antara Lawu dan Wilis, Kisah Brang Wetan, dan Banteng Terakhir Kesultanan Yogyakarta Raden Ronggo Prawirodirjo III.


Akhlis memiliki peran berbeda dalam buku trilogi tentang Madiun itu. Pada Antara Lawu dan Wilis dia tercatat sebagai kontributor. Sedangkan di Kisah Brang Wetan sebagai ahli aksara. Sementara, pada Banteng Terakhir Kesultanan Yogyakarta Raden Ronggo Prawirodirjo III sebagai penulis utama. ‘’Masih tahap proses penyelesaian,'' ujarnya.


Sejak kecil Akhlis sudah tertarik pada dunia sejarah. Hal itu tidak terlepas dari sesepuh di keluarganya yang kerap menceritakan silsilah keluarga. Saat duduk di bangku MA, Akhlis pun memantapkan tekadnya menjadi sejarawan. ‘’Lulus MA saya ambil jurusan pendidikan sejarah di UNS (Universitas Sebelas Maret, Red),’’ kata Akhlis.


Bagi Akhlis, seorang sejarawan tidak boleh malas. Sebaliknya, harus rajin membaca dan blusukan untuk memperkuat data. Pun, membutuhkan daya ingat kuat. ‘’Tidak hanya menghafal angka tahun dan nama tokoh, tapi lebih dari itu,'' sebut warga Jalan Abdul Salam, Sambirejo, Geger, Kabupaten Madiun, tersebut.


Akhlis juga dikenal kutu buku. Bahkan, pria 24 tahun itu pernah melahap bacaan novel setebal 500 halaman hanya dalam waktu tiga jam. ‘’Bisa dibilang setiap hari membaca dan membaca,’’ ujarnya. (irs/c1/isd/her)

Editor : Hengky Ristanto
#MADIUN #akhlis syamsal qomar #sejarawan muda