KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Lahan calon rumah susun (rusun) atau flat di Jalan Hayam Wuruk siap pakai. Pada Jumat (25/6) lalu, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) telah memulai proses pengurukan di lahan yang dulunya merupakan bekas kuburan orang Tionghoa itu.
Kabid Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Disperkim Kota Madiun Budi Agung Wicaksono mengatakan, sesuai kontrak pelaksanaan sebenarnya sudah dimulai sejak tiga pekan lalu. Namun, proses dropping tanah urukan baru dimulai Jumat lalu. ‘’Lahan ini kami siapkan untuk usulan rusun IV. Mudah-mudahan Kementerian PUPR ngasih rusun lagi untuk dibangun di sini,’’ katanya kemarin (25/6).
Luas lahan yang perlu diuruk mencapai 4.700 meter persegi. Lokasinya berada di sisi pembangunan Rusun III. Sesuai kontrak, pengurukan lahan itu menelan anggaran Rp 381 juta dengan estimasi pelaksanaan sekitar 45 hari.
‘’Bukan siap lagi, tapi lahan benar-benar sudah matang. Artinya, sudah tersedia jika dilakukan pembangunan. Jadi, Kementerian PUPR tidak perlu lagi membersihkan lahan,’’ ujar Agung.
Setelah proses pengurukan selesai, kata dia, pihaknya baru akan mengajukan proposal ke Kementerian PUPR untuk pembangunan Rusun IV. Sebab, ketersediaan lahan menjadi syarat utama dalam proses pengusulan proyek rusun itu. ‘’Kemungkinan (terealisasi) 2025 nanti. Tapi, bukan tidak mungkin bisa dilakukan Kementerian PUPR tahun depan. Karena semua keputusan ada di pemerintah pusat,’’ terangnya.
Sementara terkait progres pembangunan Rusun III, Agung menyatakan, hampir selesai. Saat ini, kata dia, sudah masuk pekerjaan struktur atap bangunan. ‘’Alhamdulillah progres tidak ada kendala. Kami optimistis proyek selesai sesuai jadwal,’’ katanya. (ggi/her)
Seputar Rusun IV
- 4.700 meter persegi lahan diuruk
- 45 hari jangka waktu pelaksanaan
- Rp 381 juta nilai kontrak pengurukan
- Proyek pengurukan ditarget rampung akhir bulan depan
- Disperkim sodorkan proposal pengajuan pembanguann rusun IV bulan depan
- Realisasi pembangunan rusun IV pada 2025 mendatang
Editor : Mizan Ahsani