Gaya Hidup Internasional Jatim Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Opini Pacitan Ponorogo

Ada Ternak Suspek PMK di Kota Madiun, Tetap Sah Dikurbankan

Mizan Ahsani • 2023-06-28 14:00:00
SEHAT: Petugas dari DKPP Kota Madiun melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan hewan kurban kemarin (26/6). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
SEHAT: Petugas dari DKPP Kota Madiun melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan hewan kurban kemarin (26/6). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Temuan dua ekor kambing yang terindikasi positif penyakit mulut dan kuku (PMK) langsung disikapi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun. Kemarin (27/6), pemeriksaan hewan kurban diintesifkan. Petugas meminta penjual hewan kurban yang kambingnya suspek PMK itu untuk dikarantina dan diobati.

drh Muhammad Sultan, petugas pengecekan hewan kurban dari DKPP Kota Madiun menyatakan, PMK yang diderita dua ekor kambing itu termasuk ringan. Karena hanya menderita lesio atau sariawan pada bagian mulut dan mengalami gejala pilek. ‘’Gejala-gejala yang muncul memang termasuk PMK. Namun, masih PMK ringan. Artinya, masih bisa ditangani selama hewan kurban tersebut tidak menunjukkan kaki pincang,’’ katanya kemarin (27/6).

Berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), hewan yang bergejala ringan PMK masih bisa digunakan untuk kurban. Asalkan, saat disembelih tidak lagi mengalami influenza dan sariawan. Karena itu, selain pemeriksaan kesehatan, pihak DKPP juga melakukan penyemprotan disinfektan terhadap lapak hewan kurban. ‘’Kami tidak obati, namun kami lakukan pencegahan dengan penyemprotan disinfektan agar tidak menyebar ke hewan lainnya,’’ ujar Sultan.

Soal hewan kurban harus divaksinasi, Sultan mengaku itu sudah termasuk ketentuan wajib. Hanya saja, pihaknya tidak bisa memastikan satu per satu hewan kurban yang telah diperiksa sudah divaksin PMK atau belum. Sebab, mayoritas penjual hewan kurban yang masuk ke Kota Madiun berasal dari luar daerah.

‘’Kami terus lakukan pengecekan di bagian rawan seperti pada bagian mulut, mata, hidung dan bagian tubuh lainnya. Meskipun tidak banyak temuan kali ini, kami terus mengimbau agar pedagang tetap memperhatikan kesehatan hewan kurban yang dimilikinya,’’ tuturnya.

Khusnul Khotimah, salah seorang penjual hewan kurban di wilayah Taman mengakui dua ekor kambingnya suspect PMK. Setelah diperiksa oleh DKPP pada Senin (26/6) lalu, dia langsung memberikan obat dan vitamin yang dianjurkan petugas kesehatan hewan (puskeswan). ‘’Salah satu ekor kambing yang suspect PMK itu sudah terjual. Tapi, kondisi kesehatannya telah membaik,’’ katanya. (mg4/her)

Editor : Mizan Ahsani
#kurban #kota madiun #idul adha #pmk