KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Wisata air di Kali Madiun mulai dirintis Wali Kota Maidi. Pada Selasa (27/6) lalu, dia bersama dengan Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya Bagus Miko Saputra, Sekda Soeko Dwi Handiarto dan Kepala Pelaksana BPBD Wahyudi menyaksikkan uji coba wahana speed boat di bawah Jembatan Manguharjo.
Sesuai rencana awal, perahu motor itu bakal menjadi salah satu wahana yang tersedia ketika dermaga di bawah jembatan tersebut selesai dibangun. Saat ini, tahap pembangunan dermaga apung masih dalam proses tender. Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) mengalokasikan Rp 891,5 juta untuk paket pekerjaan fisik itu. ‘’Masih proses lelang. Menunggu penunjukan pemenang dan selanjutnya kontrak,’’ kata Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) DPUPR Kota Madiun Suyanto kemarin (28/6).
Suyanto mengatakan, ada lima item pekerjaan utama dalam paket pembangunan dermaga apung di Jembatan Manguharjo itu. Meliputi pekerjaan persiapan, tangga, panggung, dermaga apung dan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Untuk konsepnya, akan dibangun tangga trap berbahan wood plastic composite (WPC) hollow dari tanggul atas turun ke tepian sungai.
Selanjutnya, ujung tangga bawah dibangun dermaga dengan konsep apung atau non statis. Tujuannya agar dapat mudah dipindah. ‘’Estimasi mulai pekerjaan pertengahan bulan depan. Butuh waktu sekitar empat bulan untuk menyelesaikan pembangunan dermaga,’’ kata Suyanto.
Yang jelas, kata Suyanto, seluruh komponen dermaga apung menggunakan material fabrikasi. Sebab, dermaga hanya akan beroperasi di luar musim penghujan atau ketika ada event-event tertentu. ‘’Karena bukan pembangunan permanen, tidak perlu izin Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Hanya, informasinya kalau untuk pemanfaatan sungai perlu kajian,’’ terangnya.
Menurut Suyanto, kajian dari BBWS Bengawan Solo memang perlu dilakukan. Tujuannya untuk menentukan titik lokasi objek wisata air. Selain itu, juga untuk mengukur tingkat risiko luapan air Kali Madiun dan sebagai pertimbangan aspek keamanan serta keselamatan. ‘’Initinya guna mengetahui lokasi yang ditentukan cocok atau tidak dimanfaatkan untuk wisata air,’’ jelasnya. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani