Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Hasil Pemeriksaan, 4 Sapi di RPH Kota Madiun Terinfeksi Cacing Hati

Mizan Ahsani • 2023-06-30 14:16:04
LAYAK KONSUMSI: DKPP Kota Madiun melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem terhadap hewan kurban yang disembelih di RPH kemarin (28/6). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
LAYAK KONSUMSI: DKPP Kota Madiun melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem terhadap hewan kurban yang disembelih di RPH kemarin (28/6). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

KOTA MAIDUN, Jawa Pos Radar Madiun – Beberapa ekor sapi yang disembelih di rumah pemotongan hewan (RPH) berpenyakit. Tim pemeriksaan kesehatan hewan kurban Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun mendapati satu sapi menderita radang paru-paru atau pneumonia dan empat ekor sapi terinfeksi cacing hati. Bahkan, seekor di antaranya telah mengalami sirosis.

drh Muhammad Sultan, tenaga kesehatan hewan (nakeswan) dari DKPP Kota Madiun mengatakan, ada 14 ekor sapi yang disembelih di RPH kemarin (29/6). Seluruhnya telah dilakukan pemeriksaan antemortmen dan postmortem. Hasilnya, tidak ditemukan sapi bergejala penyakit mulut dan kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD).

‘’Data keseluruhan belum terkumpul. Tetapi khusus di RPH hari ini (kemarin, Red) kami menemukan empat ekor sapi positif terinfeksi cacing hati yang satu ekor (mengalami) sirosis, dan satu ekor pneumonia,’’ ungkap Sultan.

Meski demikian, pihaknya menyatakan hati tiga ekor sapi yang terinfeksi fasciola hepatica itu tidak parah. Sebaliknya, seekor sapi yang hatinya mengalami sirosis termasuk dalam kategori kronis. Sebab, kondisi hati sapi tersebut sudah rusak. ‘’Berbeda dengan pneumonia atau radang paru-paru pada sapi. Warna paru-paru sapi tersebut lebih gelap, pun konsistensinya lebih keras,’’ jelasnya.

Dengan adanya temuan itu, Sultan merekomendasikan kepada panitia hewan kurban untuk membuang atau menguburkan organ dalam sapi yang terinfeksi cacing hati, sirosis maupun pneumonia. ‘’Jika, ada bagian tubuh yang rusak seperti itu sudah tidak layak untuk dikonsumsi oleh manusia. Namun, hanya bagian yang terinfeksi saja yang dilarang (dikonsumsi),’’ terangnya.

Menurutnya, cacing pada hati tersebut bisa disebabkan oleh pakan dan minum yang kurang bersih. Mengingat cuaca yang sangat terik, biasanya banyak hewan yang mengalami diare. ‘’Adapun penyebab cacing hati pada hewan kurban ini lebih disebabkan karena peternak tidak memberikan obat cacing secara berkala,’’ ujar Sultan.

Di RPH, pemeriksaan sapi sebelum atau sesudah disembelih oleh tim dari DKPP dilakukan langsung dihadapan panitia hewan kurban. ‘’Kuncinya ada pada pemeliharaan. Artinya hewan harus benar-benar diperhatikan, baik dari sisi kesehatan maupun kesejahteraannya,’’ katanya. (mg4/her)

Editor : Mizan Ahsani
#kurban #penyakit #DKPP #cacing hati #RPH Kota Madiun