KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Trotoar sisi timur Jalan S Parman yang sudah hancur dibongkar. Revitalisasi trotoar disesuaikan dengan jalur pedestrian sisi barat yang sudah dulu dibangun pada tahun lalu. ‘’Di situ kan kondisi trotoarnya sudah jelek. Nah, itu kami perbaiki kembali,’’ kata Kepala DPUPR Kota Madiun Thariq Megah kemarin (2/7).
Dia mengatakan, revitalisasi pedestrian dimulai dari ruang terbuka hijau (RTH) Arum Dalu hingga pintu perlintasan kereta api (KA) Sukosari. Panjangnya sekitar 300 meter dengan lebar trotoar 170 sentimeter dan tinggi 25–30 sentimeter. ‘’Pengerjaan sudah berjalan sekitar tiga minggu ini. Nilai anggarannya sekitar Rp 300 juta,’’ terang mantan kabid bina marga tersebut.
Sampai saat ini, kata Thariq, progres pengerjaannya sudah mencapai 8 persen. Bahkan, pihaknya menilai progres tersebut surprlus dari target perencanannya. Yakni, 3,79 persen. ‘’Proyek ini akan selesai pada September. Tapi, kami maksimalkan bisa selesai lebih cepat di Agustus,’’ katanya.
Thariq mengklaim kondisi trotoar yang ada saat ini butuh perbaikan agar layak untuk pejalan kaki. Seperti yang sudah dibangun sebelumnya, pedestrian baru itu nanti juga ramah disabilitas dan lansia. Selain itu, bentuk bangunan trotoar juga diseragamkan untuk menambah nilai estetika kota. ‘’Selain melakukan revitalisasi trotoar, saluran yang terbuka di depan Taman Obor juga akan kami tutup,’’ pungkasnya. (rdl/her)
Editor : Mizan Ahsani