KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kota Madiun kembali meraih penghargaan nasional sebagai Kota Layak Anak (KLA). Hari ini (22/7) penghargaan itu akan diterima Wali Kota Maidi di Semarang. Namun demikian, pemkot belum bisa memastikan kategori apa yang diraih. Tapi, Maidi berharap bisa naik kelas tahun ini. Pada 2022 lalu, Kota Madiun meraih predikat nindya.
‘’Ini membuktikan Kota Madiun menjadi wadah penyaluran ekspresi dan kreativitas bagi anak-anak,’’ ujar Maidi kemarin (21/7). Menurut dia, semua anak memiliki potensi. Mereka juga mampu bersaing dengan anak dari belahan dunia lain. Karena itu, dia meminta anak-anak tidak mudah menyerah hingga meraih keberhasilan. ‘’Semua fasilitas yang disediakan oleh pemkot sudah pasti ramah anak,’’ katanya.
Kota Madiun telah meraih penghargaan KLA sejak 2017. Maidi mengungkapkan, banyak terobosan yang menjadikan kota ini langganan juara. Misalnya, membuka 24 sekolah inklusi mulai dari jenjang TK–SMP. Program itu memberikan kesempatan bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan pendampingan untuk belajar di sekolah umum.
Pun, ada Puspaga Harmonis. Program tersebut menyangkut tentang peran keluarga dalam mendampingi anaknya. Maidi juga menggelontorkan bantuan beasiswa dan fasilitas laptop untuk pembelajaran siswa SD–SMP.
Selain itu, pemkot memiliki lembaga perlindungan berlapis untuk semua masalah anak. Kota Madiun memiliki forum anak di tingkat kelurahan. Kemudian, ruang terbuka hijau (RTH) ramah anak. Karena itu, Kota Madiun dinilai menjadi kota ramah anak. ‘’Setiap masalah diselesaikan secara berjenjang. Dengan begitu, anak-anak akan tumbuh menjadi manusia berkualitas,’’ ucap Maidi.
Dia menambahkan, tahun lalu pemkot menganggarkan Rp 158,4 miliar untuk program berbasis anak. Program tersebut tersebar di banyak organisasi perangkat daerah (OPD). ‘’Kota ini sehat. Semua tempat (fasilitas umum) ramah anak. Bahkan, hampir semua fasum yang ada itu bisa digunakan untuk proses pembelajaran dan edukasi,’’ terangnya. (ggi/her/prog)
Editor : Mizan Ahsani