KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Pengentasan genangan dan banjir menyasar 16 saluran di wilayah Kota Madiun. Anggaran lebih dari Rp 10 miliar digelontorkan. Seluruhnya untuk pengaturan saluran air dan drainase.
‘’Ada 16 saluran air yang dinormalisasi tahun ini. Separo di antaranya merupakan pekerjaan penunjukan langsung,’’ kata Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun, Suyanto kemarin (29/7).
Secara konsep normalisasi, Suyanto mengaku sudah tuntas. Tinggal melakukan proses normalisasi dengan penambahan box culvert. Dengan demikian, penanganan saluran di hilir dapat sejalan dengan proses yang ada di hulu sungai.
‘’Jadi, leveling lebar dan kedalaman sungai disesuaikan. Biar tidak ada antrean air,’’ paparnya, kepada Jawa Pos Radar Madiun.
Pekerjaan yang menyedot anggaran besar itu terpusat di Jalan Mayjend Sungkono. Saluran Pancasila yang berada di Kelurahan Nambangan Lor tersebut dinormalisasi dan ditutup dengan box culvert. Sementara yang di Jalan Pandan hanya melanjutkan pekerjaan tahun sebelumnya.
Kemudian, problem genangan di saluran air Jalan Campur Sari, Nias, Merapi, Aneka Sari, Tawang Asri, Brantas–Sleko, Gajah Mada dan kawasan perumahan Widodo Kencono dinormalisasi.
Adapun pengerukan sedimen di saluran drainase itu dikerjakan secara manual dan menggunakan alat berat.
Suyanto menjelaskan, pengerukan bertujuan untuk beberapa hal. Di antaranya, agar aliran saluran air dari kawasan hulu menuju hilir tetap lancar. Kemudian, meminimalkan genangan air saat musim hujan. ‘’Jadi, kawasan-kawasan yang dirasa terjadi genangan saat musim penghujan itu saluran airnya dinormalisasi,’’ terangnya. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani