Gaya Hidup Internasional Jatim Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Opini Pacitan Ponorogo

Terpergok! Ada Pengusaha Laundry di Kota Madiun yang Pakai Elpiji 3 Kg Bersubsidi

Mizan Ahsani • 2023-08-05 22:00:00
PENGAWASAN: Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas dan Pemkot Madiun menggelar sidak di sejumlah agen dan pangkalan elpiji kemarin (4/8). (DISKOMINFO UNTUK RADAR MADIUN)
PENGAWASAN: Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas dan Pemkot Madiun menggelar sidak di sejumlah agen dan pangkalan elpiji kemarin (4/8). (DISKOMINFO UNTUK RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Konsumsi elpiji 3 kilogram (kg) di Kota Madiun ternyata belum sepenuhnya tepat sasaran. Fakta itu terungkap saat Pertamina, Hiswana Migas dan dinas perdagangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) kemarin (4/8). Mereka mendapati salah satu tempat usaha laundry menggunakan elpiji subsidi tersebut.

‘’Tentu kami minta untuk trade in dengan tabung gas elpiji nonsubisi,’’ kata Sales Branch Manager Rayon VI Kediri PT Pertamina Partra Niaga Muhammad Salman Alfarisi.

Pihaknya memastikan sidak akan digelar terus menerus. Salman juga mengingatkan para agen di Kota Madiun untuk ikut mengawasi peredaran elpiji 3 kg. ‘’Termasuk mengawasi pengusaha yang sudah trade in ini. Khawatirnya, mereka kembali beralih ke elpiji 3 kg,’’ ujarnya.

Saat ini, isu kelangkaan elpiji 3 kg di tengah masyarakat sedikit mereda. Pun, Salman memastikan pasokan tabung gas melon di agen maupun pangkalan telah ditambah.

Selain itu, proses pendistribusiannya juga berjalan lancar. ‘’Masyarakat dapat membeli elpiji 3 kg di pangkalan resmi. Harganya, Rp 16 ribu sesuai HET (harga eceran tertinggi),’’ terang Salman.

Rizky Dwi Akbar, sub koordinator perekonomian dan kesejahteraan rakyat (perekokesra) Sekretariat Daerah Kota Madiun tak menampik peredaran tabung gas elpiji 3 kg harus tepat sasaran.

Namun, temuan di lapangan ternyata berbeda. Sebab, masih ada pengusaha yang nekat menggunakan elpiji subsidi untuk kepentingan bisnis. ‘’Pengawasan akan kami titik fokuskan pada horeka (hotel, resto, dan kafe). Karena horeka dilarang menggunakan tabung gas elpiji 3 kilogram atau subsidi,’’ jelasnya.

Meski begitu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying. Pasalnya, Pertamina memastikan suplai elpiji 3 kg di tingkat agen dan pangkalan cukup aman. ‘’Ketersediaan aman. Masyarakat tidak perlu khawatir hingga panic buying,’’ tutur Rizky. (ggi/her)

STOK DI SPPBE

Stok awal: 59.765 kilogram

Penerimaan: 0 kilogram

Penyaluran: 42.000 kilogram

Stok akhir: 17.818 kilogram

 

Editor : Mizan Ahsani
#laundry #kota madiun #pertamina #elpiji 3 kg #hiswana migas