KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Belasan proyek strategis yang ditangani dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) dievaluasi Wali Kota Madiun Maidi. Ada dua proyek yang disorot Maidi. Meliputi lanjutan pembangunan saluran Sumber Umis barat dan pembangunan gapura kawasan wisata di Pahlawan Religi Center (PRC).
Ini karena progres pekerjaan yang berada di tengah kota itu mengalami minus. Pengawas, konsultan sekaligus CV Sahabat Kerdja dan CV Buana Raya yang menggarap dua paket proyek tersebut sempat kena semprot ketika mengikuti rapat evaluasi di Graha Krida Praja kemarin (11/8).
Maidi berharap, rekanan yang telah mampu bekerja dengan baik dan progresnya surplus untuk terus dipercepat. Supaya paket yang mereka kerjakan cepat selesai.
Sebaliknya, kontraktor yang progres pekerjaannya minus mesti mengejar ketertinggalan. ‘’Yang plus, secepatnya tepat waktu. Tapi, yang minus kami evaluasi harus semakin cepat,’’ katanya.
Mantan Sekda Kota Madiun itu memang sempat geram dengan kontraktor pelaksana proyek tersebut. Khususnya, perwakilan dari CV Buana Karya yang kedapatan progres pekerjaannya minus 17,81 persen dan CV Sahabat Kerdja minus 9,87 persen.
‘’Jangan sampai nanti molor. Apalagi, pas ada (musim) hujan. Ini kami evaluasi. Dengan harapan, kita bisa saling tahu dan kerja keras,’’ terang Maidi.
Pihaknya memberikan tenggat waktu sekitar 14 hari untuk mengejar progres yang minus itu. Pun, pekerjaan akan dievaluasi mingguan. Sehingga dapat diketahui berapa besaran deviasi antara realisasi dengan target. ‘’Saya kerja keras mengevaluasi. Pihak ketiga bekerja keras menutup minusnya,’’ ujarnya.
Maidi memang sengaja tegas terhadap pelaksanaan pekerjaan fisik. Sebab, hasil pembangunannya untuk peningkatan ekonomi daerah. ‘’Kalau saat musim kemarau saja pekerjaannya sudah minus, tentu saat musim penghujan nanti malah justru tidak baik,’’ jelasnya.
Dia menegaskan bakal ada sanksi bagi rekanan yang kedapatan tidak serius dalam mengerjakan paket fisiknya. Di antaranya, rekanan bersangkutan bakal tak lagi dipakai pada tahun depan.
Selain itu, apabila gagal menyelesaikan pekerjaannya akan berurusan langsung dengan aparat penegak hukum (APH). ‘’Pejabatnya juga akan saya evaluasi. Akan saya stafkan. Jadi, sanksi saya tegas,’’ kata Maidi.
Saat ini, pemkot memposisikan sebagai pihak swasta. Seandainya hasil pekerjaan mereka tidak sesuai target atau tidak tuntas bakal dievaluasi menyeluruh. Baik itu pengawas, konsultan, dan rekanan. ‘’Ini kami tegasi semua harus bagus,’’ tegasnya. (her)
Proyek Prioritas Pemkot Madiun
- Pengadaan pompa power pack Pancasila dan Kaswari
- Peningkatan saluran Pancasila
- Normalisasi saluran Jalan Mayjend Sungkono
- Lanjutan pembangunan saluran Sumber Umis barat
- Pembangunan Masjid Pondok Lansia
- Rehab gedung Mapolresta
- Pembangunan gapura kawasan PRC
- Penataan area PBC
- Peningkatan bangunan pelengkap Jalan Dr Sutomo
- Peningkatan bangunan pelengkap Jalan H Agus Salim
- Peningkatan bangunan pelengkap Jalan Masjid Raya Kuncen
- Rehab infrastruktur yang dikelola masyarakat
Editor : Mizan Ahsani