Daerah Gaya Hidup Hiburan Internasional Jatim Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Opini Pacitan Ponorogo

Bawaslu Dikado Pisang Mentah dan Karbit, KPU Diberi Sangkar Berisi Boneka

Mizan Ahsani • 2023-08-23 17:30:00
TUNTUTAN SIKAP: Kelompok masyarakat yang tergabung dalam Wahana Kedaulatan Rakyat (WKR) melakukan audiensi dengan KPU dan Bawaslu Kota Madiun kemarin (22/8). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
TUNTUTAN SIKAP: Kelompok masyarakat yang tergabung dalam Wahana Kedaulatan Rakyat (WKR) melakukan audiensi dengan KPU dan Bawaslu Kota Madiun kemarin (22/8). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kualitas pengawasan Pemilu 2024 di Kota Madiun dipertanyakan. Ini setelah jabatan komisioner Bawaslu setempat diisi oleh nama-nama anyar seperti Wahyu Sesar Tri Sulistyo Nugroho dan Novery Wahyu Hidayat.

‘’Kami menanyakan kapasitas serta kualitas komisioner Bawaslu yang baru,’’ kata Koordinator Wahana Kedaulatan Rakyat (WKR) Budi Santosa di kantor Bawaslu Kota Madiun kemarin (22/8).

Tak tanggung-tanggung, pihak WKR menduga ada intervensi politik dan pengaturan dalam proses seleksi komisioner Bawaslu.

Indikasi itu makin kentara dengan sempat ditundanya pengumuman komisioner Bawaslu terpilih. ‘’Kalau penyelenggara adil dan jujur, Insya Allah ajang pesta demokrasi berjalan baik serta hasilnya dapat memuaskan masyarakat. Tapi, kalau tidak, ya Wallahualam,’’ ujar Budi.

Dalam kesempatan tersebut, Budi memberikan pisang mentah dan karbit kepada para komisioner Bawaslu yang baru.

‘’Komisioner Bawaslu saat ini ibarat pisang mentah. Mereka masih mentah pengalaman karena (orang) baru, sehingga butuh karbit (bantuan) agar segera matang,’’ terangnya.

Selain Bawaslu, Budi bersama dengan sejumlah kelompok masyarakat lainnya juga mendatangi kantor KPU Kota Madiun.

Dia meminta lembaga penyelenggara pemilu itu untuk menjaga integritas. ‘’Ini bukan kepentingan satu atau dua orang saja. Ini kepentingan orang banyak. Kami meminta KPU tidak terpengaruh oleh oknum-oknum,’’ tuturnya.

Budi lantas menyerahkan sangkar burung yang di dalamnya berisi boneka kepada komisioner KPU. Menurutnya, benda tersebut mempunyai pesan moral agar KPU tidak tunduk pada intervernsi politik. ‘’KPU jangan jadi boneka pihak tertentu. Harus menjadi KPU yang berintegritas,’’ ujarnya.

Sementara itu, baik Wahyu Sesar Tri Sulistyo Nugroho maupun Ketua KPU Kota Madiun Wisnu Wardhana memastikan komitmennya untuk bekerja secara profesional dan berintegritas dalam menyelenggarakan serta pengawasan pemilu.

‘’Kami akan bekerja sesuai komitmen dan amanat undang-undang. Yakni, mengawasi seluruh tahapa pemilu,’’ ujar Wahyu.

‘’Kami menerima baik. Ini juga harapan kami untuk diingatkan masyarakat. Kami juga berjanji untuk menjaga integritas KPU sebagai penyelenggara pemilu,’’ imbuh Wisnu di kantor KPU setempat. (ggi/her)

Editor : Mizan Ahsani
#aksi #sangkar #kota madiun #intervensi politik #Pemilu 2024 #KPU #bawaslu #pisang #boneka