KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Peminat program bantuan beasiswa mahasiswa (BBM) membeludak. Sejak 7 Agustus hingga kemarin (22/8), terhitung ada 463 mahasiswa yang ajukan diri. Sedangkan, 317 pendaftar di antaranya telah menyerahkan formulir.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun Lismawati tak menyangka peminat program BBM begitu banyak. Sementara, kuota yang tersedia hanya ada 250 beasiswa. Jumlah tersebut sesuai dengan penerima BBM yang tahun ini akan lulus kuliah.
‘’Pemkot menyediakan kuota 1.000 penerima BBM. Sebanyak 750 di antaranya masih tercatat sebagai penerima aktif,’’ katanya kemarin (22/8).
Menurutnya, ada beberapa ketentuan syarat untuk mendapatkan BBM. Di antaranya, calon penerima mesti terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sebab, bantuan beasiswa ini memang diprioritaskan bagi mahasiswa dari keluarga tidak mampu.
‘’Untuk pendaftar tidak kami batasi. Nanti berkas yang masuk akan kami seleksi dan ranking dari yang paling kurang mampu,’’ terangnya.
Selain itu, lanjut Lismawati, berkas yang terkumpul akan dipisahkan menurut kelurahan masing-masing. Selanjutnya bakal dilakukan verifikasi oleh dindik dengan dibantu petugas dari kelurahan. ‘’Prinsipnya, kami ingin bantuan ini tepat sasaran. Jadi, memang kami kroscek benar,’’ ujarnya.
Adapun besaran BBM yang diberikan ditentukan berdasarkan domisili perguruan tinggi. Bagi mereka yang berkuliah di Kota Madiun mendapatkan bantuan beasiswa sebesar Rp 6 juta setiap semester.
Sedangkan, mereka yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN) di luar kota bakal menerima bantuan beasiswa sebesar Rp 9 juta. Bantuan akan diputus jika penerima beasiswa gagal memenuhi standar yang ditetapkan oleh pemkot. (ggi/her)
TENTANG BBM
Total kuota: 1.000 mahasiswa
Penerima aktif: 750 mahasiswa
Kuota yang tersedia: 250 beasiswa
Nilai bantuan kuliah di dalam kota: Rp 6 juta
Nilai bantuan kuliah di luar kota: Rp 9 juta
Editor : Mizan Ahsani