KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Pemerintah Republik Kenya kagum dengan program-program pengendalian penduduk dan pengentasan stunting di Kota Madiun. Mereka lantas berencana berkunjung ke Kota Pendekar guna belajar banyak, September mendatang.
Rencana kunjungan Kenya tersebut disapkan matang oleh Pemkot Madiun dan BKKBN. Wali Kota Madiun Maidi mengatakan, Kota Madiun menjadi satu-satunya daerah yang ingin disambangi Kenya guna mempelajari KB pasca persalinan.
"Kota Madiun terpilih mewakili Indonesia untuk menjadi tempat studi tiru Republik Kenya. Tentu berbagai persiapan kita lakukan untuk menyambut para tamu ini, termasuk menggelar rakor," kata Maidi, Selasa (22/8), seperti diberitakan oleh ANTARA.
Kenya, lanjut Maidi, ingin peningkatan efektivitas program KB di negara setempat. Para tenaga kesehatan perlu dilatih agar program ini kian berjalan baik. Dampaknya, dapat meningkatkan derajat kesehatan reproduksi masyarakat Kenya.
Maidi mengatakan, para delegasi Kenya tak hanya ingin berdiskusi dengan pengambil kepentingan dan para tenaga kesehatan. Mereka juga berniat menyambangi sejumlah tempat. Antara lain puskesmas, RSUD Kota Madiun, sejumlah kampung KB, serta Ngrowo Bening Edupark.
''Delegasi Kenya juga kami ajak melihat UMKM di Kota Madiun, serta kegiatan Warung Setop Stunting di kelurahan,'' terang wali kota.
Kota Madiun dipilih BKKBN bukan tanpa alasan. Pasalnya, ada banyak prestasi yang telah ditorehkan Kota Pendekar. Misalnya, RSUD Kota Madiun yang sukses meraih penghargaan penanganan KB pasca persalinan, secara spesifik juara 1 Kampung KB kategori pemerintah kota.
Tak hanya itu, Kota Madiun juga dihujani berbagai penghargaan lain seperti juara 1 petugas KB, juara 1 Keluarga Lestari 20 tahun, Anugerah Manggala Karya Kencana (MKK) untuk Ketua Tim Penggerak PKK Kota Madiun Yuni Setyawati Maidi dua tahun berturut-turut.
Bahkan yang tak kalah istimewa, Tanda Kehormatan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden RI Joko Widodo telah tersemat kepada dr H Muhammad Nur SpOG yang merupakan dokter RSUD Kota Madiun, atas berbagai inovasinya. (antara/naz)
Editor : Mizan Ahsani