KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Luasan lahan pertanian di Kota Madiun semakin menyusut setiap tahunnya. Kendati demikian, pemkot tetap menaruh perhatian kepada para petani setempat. Misalnya, tahun ini pemkot mengalokasikan bantuan puluhan ton pupuk subsidi melalui gabungan kelompok tani (gapoktan).
‘’Setiap tahun pemkot mengalokasikan bantuan pupuk subsidi. Ini untuk meringankan beban petani,’’ kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Totok Sugiarto kemarin (24/8).
Totok menjelaskan, ada dua jenis pupuk subsidi yang didistribusikan kepada para petani. Perinciannya, 60 ton pupuk NPK dan 33 ton pupuk hayati. Bantuan tersebut menyasar 1.231 petani yang tergabung dalam 32 gapoktan.
‘’Tidak semua petani menerima. Hanya petani anggota gapoktan yang terdaftar BHI (Badan Hukum Indonesia) yang mendapat,’’ terangnya.
Mantan kepala dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman itu menyebut bahwa lahan pertanian penerima pupuk subsidi itu mencapai luas 786,31 hektare di tiga kecamatan. Adalah petani di Kecamatan Manguharjo yang paling banyak menerima jatah pupuk subsidi itu. ‘’Sudah kami salurkan agar petani tidak perlu lama menunggu,’’ ujar Totok.
Adapun mekanisme penyalurannya melalui rekanan penyedia. Setelah itu, didistribusikan ke masing-masing gapoktan sebelum kemudian dibagikan kepada petani.
Untuk program ini pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,3 miliar. ‘’Saat ini sudah waktunya pemupukan musim tanam ketiga. Insya Allah pupuk sudah diterima petani,’’ ucapnya.
Di samping untuk mengurangi beban petani, lanjut Totok, alokasi bantuan pupuk subsidi tersebut untuk menggenjot produktivitas hasil panen. Khususnya produksi padi sebagai bagian dari program ketahanan pangan. ‘’Insya Allah subsidi pupuk cukup untuk memenuhi kebutuhan petani. Dengan ini, produktivitas petani akan terdorong meningkat,’’ pungkasnya. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani