KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Musim kemarau memunculkan objek wisata baru di Kota Madiun. Hampir setiap sore, dasar Bengawan Madiun yang mngeringu “dibanjiri” kawula muda. Sambil duduk-duduk di bebatuan kali, mereka menikmati senja tenggelam.
Membeludaknya kunjungan warga di tengah Kali Madiun yang menyusut itu membuat petugas BPBD setempat bersiaga. Mereka mewanti-wanti masyarakat yang datang untuk tetap waspada. ‘’Meski kering, kami imbau masyarakat tetap berhati-hati. Termasuk tidak bermain-main di sekitaran genangan air,’’ tutur Kalaksa BPBD Kota Madiun Wahyudi, Sabtu (9/9).
Menurut Wahyudi, ada sejumlah titik genangan air sungai yang cukup dalam bekas penggalian pasir. Sehingga, pihaknya melarang masyarakat untuk coba-coba menjajaki genangan air di sungai tersebut. ‘’Tolong tetap berada di zona aman. Boleh bermain asal tetap hati-hati,’’ ujarnya.
Wahyudi mafhum imbauan saja tak cukup untuk memastikan keamanan masyarakat. Sebagai antisipasi, pihaknya menerjunkan personel guna mengawasi pergerakan masyarakat di kawasan sungai. Dia juga menyiagakan pelampung dan kapal karet. ‘’Ada petugas yang mengawasi dan tak segan memberikan warning (peringatan) bagi pengunjung seandainya berkegiatang di luar batas aman,’’ beber mantan Camat Taman itu.
Selain menjauhi area berbahaya, lanjut Wahyudi, pihaknya mengimbau masyarakat tidak membuang sampah sembarangan di kawasan sungai. Karena itu dianggap mengotori sungai dan berpotensi menyebabkan banjir kelak.
Dia mengaku sudah memasang spanduk larangan membuang sampah sembarangan di seputaran kawasan tersebut sebagai peringatan. ‘’Kami meminta masyarakat juga ikut menjaga sungai. Termasuk mengingatkan sesama pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan,’’ pungkasnya. (ggi/her/cor)
Editor : Andi Chorniawan