KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Proyek asrama dan masjid Pondok Lansia dicek Tim Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun kemarin (13/9). Pengecekan dipimpin langsung oleh Kajari Bambang Panca Wahyudi.
Proses pengecekan sengaja dilakukan untuk mengetahui apakah pekerjaan proyek telah sesuai dengan progres perencanaan atau tidak. Seandainya ada deviasi minus, pihaknya merekomendasikan kepada dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) untuk melakukan evaluasi.
Dari hasil pengamatannya di lapangan, Bambang menyatakan nihil temuan dan catatan berarti. ‘’Kami datang ke sini untuk mengecek kondisi akhir terkait pembangunan pondok lansia. Sebelumnya, kami lewat sini (asrama) sudah selesai. Tapi, ketika melihat sebelah sana, masjidnya belum jadi,’’ katanya.
Yang jelas, konsentrasi pihaknya sekarang ada pada pembangunan masjid. Karena sampai saat ini pekerjaannya masih berjalan. Bambang mendorong proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 4,3 miliar tersebut on progress dan bisa selesai sesuai kontrak.
‘’Karena kami baru sebentar melihatnya, untuk sementara catatan masih belum banyak,’’ ujar Bambang.
Namun demikian, dia hanya memberikan sedikit saran. Seandainya ada alokasi anggaran yang tersedia agar kawasan pondok lansia dapat disempurnakan. ‘’Ini merupakan proyek yang didampingi tim PPS kejaksaan. Harapan saya, di sini sudah ada rumputnya. Sudah hijau. Tapi kan kita tidak tahu speknya (perencanaan) bagaimana,’’ ucapnya.
Kepala DPUPR Kota Madiun Thariq Megah mengatakan, ada dua proyek di pondok lansia saat ini. Untuk pekerjaan pembangunan asrama, progresnya dinyatakan sudah selesai 100 persen. Sedangkan, progres pembangunan masjid masih sekitar 15 persen.
‘’Insya Allah, tahun depan ada pembangunan ruangan-ruangan lagi. Kalau untuk yang tahap pertama ini (pembangunan asrama) sudah dinyatakan tuntas 100 persen,’’ katanya.
Sesuai rencana, hasil pembangunan pondok lansia akan diresmikan oleh wali kota Maidi pada November mendatang. Namun, sebelum itu kawasan pondok lansia akan ditata. Misalnya, penanaman pohon serta taman oleh dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman (disperkim) dan dinas lingkungan hidup (DLH).
Kemudian, kebutuhan tenaga kesehatan (nakes) disiapkan oleh dinas kesehatan, pengendalian penduduk dan keluarga berencana (dinkes-PPKB). Sementara, pengamanannya melibatkan anggota satpol pp dan tenaga pendamping sosial dari dinas sosial (dinsos). ‘’Paket pekerjaan itu (masjid) terpisah dari proyek tahap pertama. Dan, ditargetkan selesai pada Desember nanti,’’ tandas Thariq. (ggi/her)
MEREKA YANG TERLIBAT DI PONDOK LANSIA
- Dinsos: kebutuhan mamin dan tenaga pendamping sosial
- Dinkes-PPKB: tenaga kesehatan (dokter dan perawat)
- Disperkim: penataan taman dan pohon
- DLH: pengelolaan sampah
- Bagian perekokesra: bantuan sosial
- Disnaker-KUM: pelatihan
- DPUPR: pembangunan fisik
- PDAM: penyediaan air bersih
- Kelurahan Klegen dan Kecamatan Kartoharjo