KARTOHARJO, Jawa Pos Radar Madiun – Keberhasilan Kota Madiun dalam hal pengendalian penduduk dan kesehatan reproduksi membuat Muhamed Abdikadir Syeich kepincut. Bahkan, ketua delegasi Republik Kenya itu juga tertarik dengan program pembangunan berkelanjutan.
Muhamed mengungkapkan, ketertarikannya untuk mempelajari masalah pengendalian penduduk itu bermula ketika Pemerintah Indonesia memperoleh The 2022 United Nations Population Award (UNPA) atau penghargaan di bidang kependudukan.
Apalagi, menurutnya, Indonesia ternyata memiliki pusat keunggulan atau center of excellence. Salah satunya, mengenai program keluarga berencana (KB). Karena itu, pihaknya kepincut untuk mempelajari implementasi KB pasca persalinan. ‘’Jadi, kami memilih untuk belajar KB pasca lahir. Ini dirasa menjadi kebutuhan oleh Kenya,’’ ujarnya, Senin (18/9).
Karena pelatihan ini dirasa penting, pihaknya sengaja membawa personel dari berbagai bidang. Meliputi dokter, perawat dan kader kesehatan komunitas. ‘’Ada juga (tenaga kesehatan) dari program kependudukan dan delegasi dengan latar belakang terkait untuk mempelajari KB pasca lahir,’’ kata Muhamed.
Di samping itu, dia menambahkan, penurunan angka stunting juga termasuk prioritas bagi negaranya. ‘’Kami akan belajar banyak hal. Ilmu yang didapat dari Kota Madiun nantinya akan diterapkan di negaranya,’’ ucapnya.
Editor : Hengky Ristanto