KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Keberadaan kampung keluarga berencana (KB) di Kelurahan Klegen, Kartoharjo memikat rombongan delegasi Republik Kenya.
Bahkan, sejumlah inovasi seperti bina keluarga balita (BKB), bina keluarga remaja (BKR), bina keluarga lansia (BKL), dan usaha peningkatan peningkatan pendapatan keluarga akseptor (UPPKA) diapresiasi Director General for The National Council for Population and Development (NCPD) of Kenya Muhamed Abdikadir Syeich.
‘’Kampung KB Sejahtera, Kelurahan Klegen juara I penguatan keluarga berkualitas tingkat nasional. Nah, kami ajak delegasi agar mereka bisa melihat secara langsung,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi kemarin (21/9).
Selain itu, ada beberapa inovasi lainnya di kampung KB Sejahtera.
Di antaranya, Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), sekretariat kampung KB, dan Rumah Data Kependudukan Kampung KB (Rumah Dataku).
Kemudian, ada program kelompok pendukung seperti Perkarangan Pangan Lestari (P2L) serta taman posyandu.
‘’Kami buktikan bahwa apa yang disampaikan tentang kampung KB Klegen bukan fiktif,’’ ujar Maidi.
Dia menambahkan, kampung KB Sejahtera juga menjadi bukti pembangunan kesehatan pemberdayaan ibu dan anak berjalan baik.
Pada 2018 lalu, kelurahan tersebut tercatat memiliki angka kasus stunting yang cukup tinggi.
Saat itu, pemkot melalui dinas kesehatan, pengendalian penduduk dan keluarga berencana (dinkes PPKB) mulai membentuk kampung KB guna membangun kualitas penduduk.
Hasilnya, kini angka stunting tersisa 2,92 persen. Pun, capaian KB aktif sekitar 76,6 persen dan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) tercatat 40,51 persen.
‘’Prorgam KB berjalan aktif. Mulai pencegahan pernikahan dini, penanganan ibu hamil, hingga perawatan ibu dan anak pasca-persalinan,’’ jelas Maidi.
Selain itu, kampung KB Sejahtera memiliki Sekolah Siaga Kependudukan (SSK).
Program tersebut mengedukasi para pelajar sekolah setempat mengenai wawasan kependudukan dan mencegah pernikahan dini.
Pasalnya, pernikahan dini menjadi faktor risiko kelahiran anak stunting.
Pun, pihaknya meminta dindik untuk mendampingi para pelajar sekaligus meningkatkan materi pembelajaran yang menyangkut program SSK.
‘’Anak-anak harus tahu mana yang baik dan buruk. Termasuk mengetahui dampak buruk akibat pernikahan dini,’’ terang mantan Sekda Kota Madiun itu.
Maidi memastikan akan mengoptimalkan sejumlah program-program KB tersebut.
Termasuk memotivasi kelurahan lain untuk berinovasi serta mengimplementasikan program KB. ‘’Kota kita telah dilirik dan menjadi jujukan dunia. Ini harus dijaga dan ditingkatkan,’’ pungkasnya. (ggi/her)
Program Kampung KB Sejahtera
- Bina Keluarga Balita (BKB)
- Bina Keluarga Remaja (BKR)
- Bina Keluarga Lansia (BKL)
- Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA)
- Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R)
- Sekretariat Kampung KB
- Rumah Data Kependudukan Kampung KB (Rumah Dataku)
- Sekolah Siaga Kependudukan (SSK)
Kelompok Pendukung
- P2L
- PAUD
- Taman Posyandu
- Bank Sampah