Perpani Kota Madiun tak kekurangan atlet andal. Dia adalah Fikri Ananda Arianta. Berbagai prestasi pernah diraih remaja 17 tahun itu. Teranyar meraih satu medali emas dan dua perunggu di Porprov Jatim 2023.
----------
SATU, dua, tiga. Instruksi memanah itu dilontarkan Arief Susilo kepada seorang remaja di Lapangan Manisrejo.
Dia terlihat serius mengikuti arahan yang diberikan pelatih Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Madiun tersebut.
Busur panah pun ditarik dengan kuat, matanya fokus pada satu arah yang sudah ditentukan. Setelah selesai membidik, anak panah tersebut dilepas dan melesat ke arah target.
Remaja itu bernama Fikri Ananda Arianta atau lebih akrab dipanggil Fian. Dia adalah peraih medali cabor panahan nomor standard bow aduan perorangan putra di Porprov Jatim 2023.
Kendati targetnya sudah terpenuhi untuk bisa naik podium di ajang multievent tersebut, Fian selalu bersemangat ketika jadwalnya latihan.
Dengan harapan, pelajar SMAN 1 Kota Madiun itu bisa terus berkembang serta menjadi atlet profesional yang dibanggakan Sugianti dan Handoyo, kedua orang tuanya.
Mereka berdualah yang selama ini menjadi support system Fian. Termasuk saat dirinya bertanding di porprov lalu.
Orang tuanya selalu mendampingi dari sisi lapangan. Bahkan, Handoyo merupakan ofisial mekanik tim panahan Kota Madiun.
‘’Sementara, ibu support doa dari belakang pada saat saya bertanding,’’ ujar remaja asal Jalan Janur, Manisrejo itu kemarin (22/9).
Fian mengawali karirnya dalam dunia panahan sejak masuk ke bangku sekolah dasar (SD).
Kemudian, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler panahan di sekolahnya. ‘’Sebelum tertarik dengan panahan, saya sempat menekuni cabor bulutangkis,’’ ungkap remaja 17 tahun tersebut.
Baginya, ada rasa yang menyenangkan dan tertantang saat bermain panahan. Apalagi, setelah dirinya berhasil mendapatkan medali perak ketika Pekan Olahraga Kota (Porkot) Madiun 2015.
‘’Peluang untuk meraih prestasi di panahan lebih besar. Karena peminatnya tidak banyak,’’ katanya.
Setelah melewati masa tersebut, Fian kemudian memutuskan untuk semakin giat berlatih. Hingga akhirnya, dia bisa memperoleh medali perak di Porprov 2022.
Lalu, puncaknya meraih emas dan dua perunggu di ajang serupa belum lama ini.
‘’Saya nggak kepikiran bisa mendapatkan tiga medali sekaligus. Padahal, kondisi angin dan lawan-lawan saat itu berat,’’ terang remaja yang pernah bercita-cita menjadi masinis tersebut.
Melihat prestasi yang telah berhasil ditorehkan, Fian bertekad untuk terus maju. Kuncinya, dengan selalu mendengarkan arahan yang diberikan pelatih.
‘’Hampir setiap hari latihan. Di antaranya, Selasa dan Kamis latihan sore. Sedangkan, Sabtu-Minggu latihan pagi,’’ ungkapnya. (mg1/her)
Editor : Mizan Ahsani