Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Gara-Gara TikTok, Omzet Pedagang PBM Terjun Bebas

Mizan Ahsani • 2023-09-26 22:00:00
SEPI: Pedagang konveksi di lantai dua Pasar Besar Madiun semakin ditinggalkan pembeli seiring kalah bersaing dengan bisnis online. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
SEPI: Pedagang konveksi di lantai dua Pasar Besar Madiun semakin ditinggalkan pembeli seiring kalah bersaing dengan bisnis online. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

 

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Omzet pedagang PBM atau Pasar Besar Madiun tergerus akibat platform jual beli online, termasuk TikTok, yang belakangan dilarang pemerintah.

Banyak pelanggan kini lebih memilih untuk berbelanja secara online ketimbang mendatangi langsung PBM. Harga barang yang dijual lewat platform digital juga lebih murah.

Dampak tersebut dirasakan pedagang asal Madiun yang berniaga di PBM. Mereka mengaku omzetnya terjun bebas.

"Turun 50-75 persen. Sedangkan kami juga dioyak-oyak (dikejar, Red) tagihan retribusi sewa kios," keluh Puji Rahayu, salah seorang pedagang konveksi di PBM, Senin (25/9).

Menurut Puji, toko online jorjoran menjual barang dengan harga murah. Alhasil, pelanggan lebih memilih migrasi dari toko konvensional ke e-commerce.

"PBM semakin hari semakin sepi. Kami berharap pemkot memiliki kebijakan untuk meramaikan pasar," harap Puji.

Sumarni, pedagang konveksi di PBM lainnya juga mengeluhkan minat warga datang ke pasar turun drastis.

Sumarni mengaku pasrah dengan fenomena ini. Kendati omzetnya ikut terdampak. "Lebih besar biaya operasional buka toko ketimbang pendapatan. Kami berharap ada solusi dari pemkot," pinta Sumarni.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Ansar Rasidi mengatakan pihaknya telah menyusun sejumlah strategi untuk menggeliatkan PBM. Khususnya, di lantai dua yang merupakan tempat pedagang konveksi.

"Kami lakukan pengembangan jenis usaha yang nantinya mampu meramaikan kembali PBM. Salah satunya, membuka showroom mobil di lantai tiga," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Ansar, pihaknya berencana membuka area foodcourt di lantai tiga. Di samping itu, ke depan bakal rutin digelar event untuk meramaikan PBM.

"Upaya-upaya akan kami lakukan. Insya Allah segala izin event di PBM akan dipermudah," katanya.

Lebih lanjut, Ansar berharap para pedagang konveksi mengembangakan manajemen pemasaran. Pun, meningkatkan kualitas barang yang dijual.

Sehingga, mampu bersaing dengan bisnis toko online saat ini. "Sebelumnya sudah ada pelatihan tentang manajemen penjualan online. Kami berharap pedagang juga memaksimalkan itu," pungkasnya. (ggi/her)

Editor : Mizan Ahsani
#PBM #online #pedagang #e-commerce #madiun #tiktok