‘’Ini sesuai impian saya dan akhirnya terwujud. Selain menggenggam IT (information technology), kemampuan bahasa universal (Inggris, Red) juga harus digenggam untuk menuju Kota Madiun Maju Mendunia,’’ ucap Wali Kota Madiun Maidi usai meresmikan EF Madiun, Selasa (10/10).
Maidi mengungkapkan, dirinya sempat memiliki angan-angan untuk membangun sekolah khusus bahasa Inggris. Wacana itu guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Madiun.
Artinya, kehadiran EF Madiun linier dengan upaya pemkot membangun pendidikan yang berkualitas. ‘’EF Madiun menyempurnakan program pemkot. Ini sangat linier dengan program Maju Mendunia,’’ ucap mantan Sekda Kota Madiun itu.
Dia berharap EF Madiun mampu berkontribusi besar dalam dunia pendidikan di Kota Madiun. Sebab, saat ini pemkot tengah menyiapkan generasi emas 2045. Dengan begitu, anak-anak di Kota Madiun memiliki keunggulan kompetitif yang menjadi aset berharga dalam lingkungan bisnis global atau internasional. ‘’Penting menguasai dan memiliki kemampuan komunikasi internasional di era globalisasi saat ini,’’ ujar Maidi.
Sementara itu, Country Director EF Kids and Teens Indonesia Afan Suryadi menyatakan, kehadiran EF Madiun disambut positif masyarakat Kota Madiun dan sekitarnya. Itu terbukti dengan tingginya minat dan jumlah pendaftar. Sebelum diresmikan dan dibuka, lebih dari 400 anak terdaftar sebagai siswa EF Madiun. ‘’Terima kasih atas kepercayaan masyarakat kepada EF Madiun,’’ ucap Afan.
Menurut Afan, EF Madiun akan memberikan pengalaman baru dan berbeda dalam pembelajaran bahasa Inggris. Pun, memiliki program belajar yang bervariasi serta disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa sesuai kategori usia. Mulai usia 3-6 tahun, 7-9 tahun, 10-13 tahun, hingga 14 tahun ke atas.
Selain itu, EF Madiun mengusung desain bangunan modern dan colourfull yang nyaman dan aman bagi siswa. Seperti desain ruang kelas, layar interaktif di setiap ruang kelas, serta ruang tunggu yang representatif.
Kemudian, memiliki fasilitas ikonik berupa chef station atau ruang kelas yang didesain khusus dan dilengkapi peralatan memasak agar tenaga pendidik mampu membawa pengalaman belajar siswa lebih menyenangkan.
‘’Total jumlah sudah 87 center EF di Indonesia. Rencana ke depan, akan kami buka lagi 15 center baru periode satu tahun ke depan,’’ ungkapnya.
Lantas kenapa memilih Kota Madiun dalam pengembangan center EF? Afan menilai Kota Madiun memiliki potensi besar di dunia pendidikan. Segala kemajuan pesat pembangunan kota hingga peningkatan kualitas pendidikan menjadikan Kota Pendekar jujukan ekspansi EF.
‘’Sebenarnya potensi sudah kami lihat sebelum pandemi Covid-19. Sayangnya kami tunda karena pandemi. Menurut kami, ini (Kota Madiun, Red) kota yang tepat,’’ pungkasnya. (ggi/her/*)
Editor : Hengky Ristanto