KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pengelolaan arsip daerah bakal memanfaatkan teknologi digital. Kebijakan itu diterapkan Pemkot Madiun.
Tujuannya, guna memudahkan proses manajemen arsip sekaligus meminimalisir hilang atau rusaknya dokumen.
Adapun pengelolaan arsip secara digital tersebut diterapkan melalui aplikasi Srikandi (sistem informasi kearsipan dinamis terintegrasi).
Wali Kota Madiun Maidi menyatakan pengelolaan arsip cukup penting. Sebab, hal itu termasuk bagian dari pemeliharaan dokumen pemerintahan.
‘’Sering saya katakan, setiap detik setiap waktu perubahan selalu terjadi. Kalau tidak mengikuti akan tertinggal. Saat ini, eranya digital. Urusan kearsipan juga harus mengikuti itu,’’ katanya.
Launching penerapan aplikasi Srikandi digelar di Sun Hotel Madiun, Rabu (18/10). Dalam kesempatan itu, Maidi mengatakan bahwa digitalisasi memberi solusi kearsipan.
Dengan didokumentasi secara digital, kata Maidi, pengelolaan arsip menjadi lebih efisien dan dapat mudah diakses.
Selain itu, Maidi menyebut bahwa dokumen yang disimpan secara digital juga relatif aman.
"Beberapa waktu yang lalu saya ke Belanda dan di sana pengarsipannya bagus sekali. Saya minta kearsipan di Kota Madiun juga bisa baik," harap mantan Sekda Kota Madiun itu.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan pengelolaan arsip bisa saja bocor seandainya tidak diurus dengan benar. Karena memang tidak semua dokumen atau arsip daerah dapat diakses publik.
Karena itu, Maidi meminta mereka yang bertugas di bidang kearsipan tidak perlu bergonta-ganti.
"Ya, kalau bisa dikelola serius. Petugasnya jangan diganti-ganti. Karena nanti kalau arsip itu hilang atau bocor bisa fatal," ungkapnya.
Sementara itu, Plt Kepala Arsip Nasional Imam Gunarto menjelaskan, penerapan Srikandi membuktikan bahwa Pemkot Madiun sudah menjalankan amanat perundangan tentang kearsipan.
"Itu mengapa penting dan perlunya aplikasi Srikandi. Di beberapa daerah, aplikasi ini bisa menghemat anggaran dari segi perjalanan hanya untuk urusan berkas/surat," jelasnya. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani