Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Bangga! Dua Warga Kota Madiun Menangi Anugerah Pewarta Warga 2023

Mizan Ahsani • Selasa, 7 November 2023 | 02:00 WIB
KREATIF: Wisang R. Wijaya (kanan) dan Gentur Kusuma menunjukkan dua penghargaan yang mereka terima dari Dinas Kominfo Jatim, Minggu (5/11). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
KREATIF: Wisang R. Wijaya (kanan) dan Gentur Kusuma menunjukkan dua penghargaan yang mereka terima dari Dinas Kominfo Jatim, Minggu (5/11). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Poster dengan gambar bahasa isyarat tangan yang artinya mengajak untuk mencoblos di TPS mengantarkan dua warga Kota Madiun meraih prestasi.

Keduanya yakni Wisang R. Wijaya dan Gentur Kusuma. Mereka memenangi Anugerah Pewarta Warga 2023.

Karya Wisang dan Gentur ditasbihkan oleh Dinas Kominfo Jatim sebagai juara I kategori poster.

Beberapa waktu lalu, telepon dari Kadiskominfo Kota Madiun Noor Aflah sempat membuat Wisang R. Wijaya tertegun.

Apalagi, Aflah memberitahukan bahwa poster yang dibikin Wisang dan R. Wijaya ternyata mendapatkan penghargaan dari Dinas Kominfo Jatim.

Poster bertema pemilu sehat dengan latar disabilitas yang mengajak warga lainnya datang ke TPS untuk mencoblos ternyata keluar sebagai juara I Anugerah Pewarta Warga 2023.

Wisang yang mendengar kabar itu seketika langsung semringah. Dia tak lupa bersyukur dan meneruskan informasi tersebut kepada Gentur, rekannya.

Wisang mengaku poster itu dibuat berdasarkan pengalamannya.

Yakni ketika menjadi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) serta Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) pada Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

Ide yang diangkatnya berupa fasilitasi bagi kaum disabilitas dalam menyalurkan hak pilih.

Dia beranggapan, selama penyelenggaraan pesta demokrasi biasanya keberadaan mereka termajinalkan.

Sehingga, diperlukan sebuah ajakan khusus agar mereka mau datang ke TPS tanpa paksaan.

Wisang lantas menggandeng Gentur untuk menuangkan gagasannya tersebut ke dalam sebuah poster yang simpel dan mudah dipahami para kaum disabilitas.

Poster tersebut bertuliskan Jika Anda Tak Bersuara Jangan Mengeluh yang ditambahi hastag disabilitas berdaya.

Kemudian, di bawah tulisan itu disertai tangan yang menunjukkan bahasa isyarat ayo mencoblos dengan latar belakang poster berwarna merah.

‘’Kami melihat dalam masa pemilu teman-teman disabilitas sering terlupakan atau termarjinalkan. Itu yang kami bawa,’’ kata warga Jalan Pesanggrahan, Kelurahan/Kecamatan Taman itu.

Dari poster yang dibikinnya bersama Gentur tersebut, Wisang berharap para penyelenggara pemilu peka dengan keberadaan mereka.

Misalnya, KPU melalui Panitia Pemungutan Suara (PPS) maupun KPPS bisa mendatangi para kaum disabilitas ke rumahnya agar mereka bisa memberikan hak pilihnya.

‘’Pengalaman saya dulu kalau KPPS-nya paham, mereka yang mendatangi ke rumah para disabilitas yang ada di wilayahnya. Jadi, KPPS-PPS tidak hanya berdiam diri saja di TPS,’’ ujarnnya.

Selain Anugerah Pewarta Warga, KIM Pesanggrahan yang dipimpinnya juga keluar sebagai juara harapan I KIM Hackathon.

Award itu diterima berkat website sokrosok.com yang dirintisnya bersama dengan mahasiswa dari Universitas Kristen Petra Surabaya.

Dengan berbagai tersebut, Wisang tak lantas besar kepala.

Dia bersama dengan pengurus KIM Pesanggrahan lainnya coba mencetuskan pembuatan aplikasi Bank Sampah Digital Kader Lingkungan Pesanggrahan Taman (BSD Kali Taman).

Dari aplikasi itu, dia berharap pencatatan sampah yang ada di bank sampah Pesanggrahan selama ini bisa terdigitalisasi.

Sehingga, masyarakat dapat dengan mudah mengontrol sampah yang mereka tabung berikut kalkulasi pendapatannya hanya cukup menggunakan gadget.

‘’Dengan aplikasi ini, diharapkan kaum milenial dapat memilah sampah dari rumah. Dan, bisa lebih sadar akan keberadaan sampah,’’ kata Ketua RW XI Kelurahan Taman tersebut. (mg1/her)

Editor : Mizan Ahsani
#kim #kota madiun #informasi #Penghargaan #kominfo