KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kota Madiun darurat narkoba. Bagaimana tidak, peredaran barang haram itu ternyata sudah menyasar anak di bawah umur.
Temuan itu didapat tim Satnarkoba Polres Madiun Kota. Polisi masih belum mengetahui motif keterlibatan anak di bawah umur dalam jaringan narkoba di Kota Pendekar.
Namun faktanya, polisi telah beberapa kali mendapati anak di bawah umur ikut terjerat bisnis haram peredaran narkoba.
"Jaringan peredaran sekarang ini memanfaatkan anak di bawah umur," kata kata Kanit Opsnal Satnarkoba Polres Madiun Kota Ipda Imam Syafii, Selasa (7/11).
Sebab, kami pernah mengamankan beberapa anak di bawah umur dalam perkara di wilayah hukum Porles Madiun Kota,’’ sambungnya.
Dia menambahkan, peredaran narkoba di Kota Madiun berada dalam fase genting. Karena anak di bawah umur ikut terlibat di dalamnya.
Banyak faktor yang membuat anak di bawah umur menggunakan narkoba. Salah satunya yakni faktor keluarga.
"Pengendali narkoba kebanyakan dari luar Kota Madiun. Dari hasil ungkap kasus, Kota Madiun hanya dijadikan wilayah peredaran," ungkapnya.
Sepanjang tahun ini, ada 55 laporan polisi (LP) terkait penyalahgunaan narkoba yang ditangai Satnarkoba Polres Madiun Kota.
Sebanyak 86 pelaku telah diamankan dengan berbagai barang bukti berupa sabu-sabu dan obat keras.
"Terbaru, kami menangkap lima orang pelaku penyalahgunaan narkoba pada 3 November lalu," sebut Imam.
Menurutnya, kenaikan angka kasus penyalahgunaan narkoba tahun ini juga diiringi dengan berbagai modus operandi yang semakin nyeleneh.
Misalnya, pelaku menyelipkan paket narkoba seberat 14,98 gram di dalam musaf Alquran untuk diselundupkan ke Lapas Pemuda Madiun.
Selain itu, lanjut Imam, maraknya aktivitas jual-beli online, pengiriman paket hingga metode cash on delivery (COD) menjadi modus yang acap dilakukan pengedar narkoba.
Pun, tak sedikit masyarakat sebagai kurir yang menjadi korban pengiriman paket barang haram tersebut.
‘’Kami pernah menerima laporan masyarakat bahwa tidak melakukan pemesanan paket namun diterima. Ketika dibuka ternyata terdapat paket narkoba,’’ katanya.
Karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati ketika menerima paket dari orang yang tidak dikenal.Di samping itu, Imam mengingatkan kepada siapapun untuk tidak main-main dengan narkoba.
Sebab, ancaman hukuman cukup berat. ‘’Kami berpesan kepada masyarakat untuk ekstra hati-hati,’’ tutur Imam. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani