KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus penipuan berkedok biro perjalanan umrah tengah marak menimpa masyarakat.
Guna mengantisipasi terjadinya penipuan serupa, Ketua MUI Kota Madiun KH M Sutoyo mewanti-wanti masyarakat untuk waspada terhadap setiap tawaran promo untuk travel umrah.
Sutoyo mengaku kecewa dengan berbagai modus penipuan yang dipakai oknum biro perjalanan haji dan umrah demi meraup untung dari calon jemaah.
‘’Sebagian dari mereka memang gengsi ikut saya. Padahal, ikut saya nggak pernah saya bohongi. Ikut saya pasti berangkat, baik haji maupun umrah,’’ ujar Sutoyo kemarin (8/11).
Menurut Sutoyo, seharunya calon jemaah selektif dalam mencari biro perjalanan umrah dengan tidak memandang travel itu bonafit namun ujung-ujungnya ternyata ditipu atau tak sesuai realita.
Dirinya tunjuk contoh sempat tiga tahun lalu ada calon jemaah yang akan berangkat umrah dan sudah membayar tapi ternyata gagal pergi ke Tanah Suci karena ditipu salah satu biro perjalanan.
‘’Ikut saya sekarang daftar haji plus, tahun depan berangkat setelah hari raya. Saya nggak bohong. Mereka ada yang sudah daftar empat tahun yang lalu untuk haji plus tidak berangkat sampai sekarang,’’ ungkap Sutoyo.
Dia memastikan calon jemaah yang ikut dirinya akan mendapatkan bimbingan ibadah selama di Makkah dan Madinah.
‘’Malah kalau sama saya mendapatkan bimbingan yang lebih teliti. Mulai dari sunah kecil saya ajarkan,’’ katanya.
Sutoyo mengimbau kepada para calon jemaah untuk tidak mencari biro perjalanan umrah dan haji jauh-jauh. Cukup dengan menghubunginya, dia memastikan calon jemaah akan diberangkatkan ke Tanah Suci.
‘’Mendadak pun berangkat. Karena saya berkomitmen bahwa membohongi orang itu dosa. Kalau memang tidak profesional mengelola biro umrah dan haji, jangan. Lebih baik ikut saya saja tidak akan saya tipu,’’ janjinya.
Baginya melaksanakan haji dan umrah itu yang perlu dipedomani adalah ritual sunah serta wajib dilakukan dengan benar.
Sehingga dalam pelaksanaannya bisa mabrur. ‘’Tidak sekadar mencari gengsi. Sebagian jemaah hanya ingin mencari gengsi. Sehingga banyak yang tertipu. Kami pun bisa melayani dengan harga tinggi. VIP juga ada. Tapi, kami tidak meninggalkan ritual yang benar,’’ terang Sutoyo. (eln/her)
Editor : Mizan Ahsani