KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Gelar doktor yang disandang Wali Kota Madiun Maidi kian komplet. Itu bersamaan wisudanya di Gedung Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, kemarin (28/11).
Dari ribuan wisudawan, dia ditetapkan sebagai wisudawan kehormatan. Pun, sebagai wisudawan program studi doktor alias S3 pertama dari perguruan tinggi negeri tersebut.
Predikat khusus itu datang bukan tanpa sebab. Pihak UT menilai Maidi sebagai sosok pembelajar tangguh.
Mampu mengelola waktu antara kuliah, pekerjaan sebagai kepala daerah, keluarga, dan kehidupan sosialnya.
Maidi serius menyelesaikan studi di UT. Konsultasi tidak mengenal waktu dan biaya. Maidi berhitung, hanya Rp 12 juta biaya kuliah yang dikeluarkan per semester.
Saat ada kesulitan dalam mengambil kebijakan, sejumlah guru besar menjadi rekan diskusi.
‘’Setiap kesulitan dapat dicarikan solusi demi kesejahteraan warga Kota Madiun. Itulah kenapa saya kuliah di UT,’’ kata Maidi.
Sebelumnya, Maidi lulus dan mendapatkan gelar doktor administrasi publik pasca sidang terbuka di Gedung UTCC pada Selasa (21/11) lalu.
Tugas akhir program doktor (TAPD) berjudul Model Evaluasi Kebijakan Smart City: Studi Kasus Kota Madiun.
‘’Banyak pengetahuan saya dapat selama di UT. Mulai dari proses awal, administrasi, ujian masuk, matrikulasi, perkuliahan, serta ujian tertutup maupun terbuka,’’ ungkapnya.
Menurut Maidi, konsultasi serta diskusi dengan guru besar atau ahli menjadi pengalaman berharga.
Tidak hanya untuk pribadi, melainkan juga untuk kesejahteraan masyarakat. Hasil konsultasi dari para ahli mampu membawa solusi terhadap persoalan di Kota Madiun.
‘’Di sini (UT, Red) sering bertemu dengan profesor dan doktor untuk mencari penyelesaian suatu persoalan. Para ilmuwan selalu mendampingi saya selama tiga tahun,’’ ujarnya.
Maidi menyatakan, ilmu yang diperoleh selama menjalani kuliah bukan tanpa hasil. Kota Madiun dengan 322 penghargaan menjadi salah satu bukti nyata.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi, penurunan angka pengangguran, hingga penurunan prevalensi stunting, juga tak luput dari hasil studinya.
‘’Dengan studi ini saya bisa mengantar Kota Madiun yang semula disingkiri kini disinggahi,’’ tuturnya.
Ilmu pengetahuan harus terus di-upgrade. Pengalaman tak boleh ketinggalan ditambah. Sebab, hal itu merupakan modal penting dalam menjalankan peran sebagai kepala daerah.
‘’Pengalaman itu mahal, tidak bisa dibeli, harus dijalani sendiri. Semangat ini akan saya bawa untuk kesejahteraan warga Kota Madiun,’’ pungkas Maidi. (her/*)
Editor : Mizan Ahsani